Pasien anemia dapat makan labu kuning dalam jumlah sedang, dan memperhatikan gizi seimbang secara umum.
Labu mengandung gula, berbagai asam amino, karotenoid, vitamin C, kobalt, seng dan vitamin serta mineral lainnya, yang dapat melengkapi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, sehingga pasien anemia dapat makan labu. Tapi perhatikan moderasi, hindari keberpihakan.
Pada masa normal, kita harus memperhatikan gizi seimbang, memperhatikan keanekaragaman makanan, dan secara tepat meningkatkan makanan kaya zat besi, seperti hati babi, darah babi, kacang-kacangan, produk susu, sayuran berdaun hijau, daging tanpa lemak dan sebagainya. Hindari makanan pedas, dingin, dan makanan yang tidak dapat dicerna lainnya. Makanlah secara teratur dan jangan makan berlebihan.
Pada saat yang sama, kita harus berkonsultasi dengan dokter tepat waktu dan mengobati penyebabnya di bawah bimbingan dokter, seperti anemia defisiensi besi, suksinat besi oral, dan sebagainya.