Penghapusan jerawat pada tubuh perlu dimulai dari obat topikal, pakaian dalam, diet, kebiasaan gaya hidup, terapi fisik 5 aspek. 1. Obat topikal: obat yang umum digunakan adalah gel adapalene, obat asam Vitamin A untuk melarutkan keratin, tetapi obat tersebut rentan terhadap iritasi lokal, seperti eritema, pengelupasan dan sensasi terbakar, harus digunakan dalam konsentrasi rendah atau hindari cahaya. Selain itu, jika infeksi sekunder, perlu dikombinasikan dengan salep antibiotik, seperti asam fusidat, salep eritromisin dan sebagainya untuk mendorong penurunan peradangan. 2. Pakaian: biasanya perlu memakai pakaian yang bernapas, sering diganti dan dicuci, jaga agar pakaian tetap kering dan bersih. Jaga agar pakaian Anda tetap kering dan bersih, seperti pakaian berbahan katun, agar tidak berkembang biak bakteri dan menimbulkan jerawat. 3. Manajemen pola makan: Makanlah lebih banyak makanan kaya serat untuk menjaga agar usus tetap lancar, hindari makanan yang merangsang dan berminyak, minum lebih banyak air putih, dan batasi asupan makanan dengan indeks glikemik tinggi serta susu yang dapat memperparah jerawat. 4. Kebiasaan gaya hidup: kerja dan istirahat yang teratur, hindari begadang, jaga suasana hati yang baik, hindari memencet jerawat. 5. Terapi fisik: Lampu LED merah dan biru dapat digunakan untuk mengobati lesi inflamasi; terapi fotodinamik dan terapi laser. Selain itu dapat juga menggunakan terapi pengelupasan kimiawi, pengelupas kulit yang umum digunakan seperti: asam buah, asam salisilat. Jika kondisinya lebih serius pasien perlu berkonsultasi dengan dokter untuk perawatan yang sistematis, agar tidak menunda kondisi, obat-obatan di atas harus digunakan sesuai dengan saran medis.