“Pembunuh” yang “mencuri” tidur dari para lansia

  Masalah psikologis merupakan penyebab penting gangguan tidur pada orang lanjut usia. Seiring dengan bertambahnya usia, toleransi orang lanjut usia terhadap frustrasi mental berkurang dari hari ke hari. Usia tua rentan terhadap faktor psikologis. Di satu sisi, terjadinya peristiwa kehidupan yang negatif dan masalah yang berhubungan dengan keluarga secara signifikan lebih tinggi daripada di usia muda dan paruh baya. Peristiwa negatif yang umum terjadi seperti pensiun, masuk rumah sakit karena sakit, kehilangan pasangan, meningkatnya konflik keluarga, anak-anak yang tidak termotivasi, hidup sendiri, kurangnya perawatan dan stres keuangan. Dalam situasi ini, orang lanjut usia cenderung merasa tidak nyaman, sibuk, gelisah, sedih dan khawatir, serta mudah gelisah atau cemas, sehingga membuat mereka sulit tidur, yang menyebabkan insomnia. Di sisi lain, efek dari faktor fisik dan mental mudah diperkuat karena kekuatan fisik dan energi yang menurun, sehingga mengakibatkan kesepian, kecemasan, dan manifestasi depresi pada orang lanjut usia.  Beberapa penelitian menunjukkan bahwa insomnia pada orang tua karena faktor psikologis dan mental lebih tinggi daripada insomnia karena penyakit, efek samping obat, dll. Sebagian orang tua kurang berpikiran terbuka karena kepribadian atau temperamen mereka dan mudah terganggu oleh hal-hal kecil dalam kehidupan. Ketidaknyamanan sekecil apa pun dapat menyebabkan suasana hati yang buruk, yang secara serius dapat memengaruhi tidur dan menyebabkan gangguan tidur. Beberapa manula sangat reaktif terhadap perubahan di lingkungan tempat tinggal mereka dan mungkin menjadi sangat tidak nyaman jika mereka pergi keluar atau jika lingkungan tempat tinggal mereka berubah, yang dapat menyebabkan gangguan tidur. Manula lainnya kadang-kadang memiliki rasa takut yang tidak dapat dijelaskan yang dapat menyebabkan reaksi kecemasan dan menyebabkan gangguan tidur. Reaksi kecemasan ini bisa disebabkan oleh sejumlah penyakit, tetapi bisa juga disebabkan oleh kesepian dan isolasi. Penelitian telah menunjukkan bahwa jumlah orang lanjut usia dengan gangguan tidur yang mengalami depresi ringan dan sedang relatif tinggi, dan sedikit lebih tinggi pada wanita daripada pria.  Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi tidur pada orang lanjut usia, dan gangguan tidur pada orang lanjut usia mungkin merupakan insomnia sederhana atau mungkin merupakan gejala awal atau iringan dari gangguan mental. Dua jenis gangguan mental yang paling umum pada orang lanjut usia, depresi dan demensia, adalah kontributor paling signifikan terhadap gangguan tidur. Orang lanjut usia yang menderita depresi memiliki tidur yang sangat ringan dan waktu tidur efektif yang lebih pendek, yang secara serius mempengaruhi kualitas tidur mereka. Orang lanjut usia yang terpengaruh oleh faktor psikologis rentan terhadap gangguan tidur, yang mengakibatkan kesulitan tidur atau tetap terjaga sepanjang malam. Jika faktor psikologis tidak segera diatasi, gangguan tidur jangka panjang pasti akan menimbulkan risiko kesehatan dan pada gilirannya memperburuk masalah psikologis, menciptakan lingkaran setan.  Oleh karena itu, ketika gangguan tidur terjadi pada orang lanjut usia yang sebelumnya memiliki tidur malam yang nyenyak, penting untuk mencari penyebabnya tidak hanya dari segi efek penyakit, tetapi juga dari segi faktor psikologis. Penting bagi para lansia untuk bersikap positif dan optimis, untuk mengatasi bayang-bayang peristiwa negatif dalam kehidupan mereka, untuk mencari dukungan di banyak bidang dan untuk mempertahankan tubuh dan pikiran yang bahagia, dan untuk tetap sehat secara mental. Masyarakat dan keluarga harus berkomunikasi dengan para lansia, memberikan dukungan psikologis dan memenuhi kebutuhan spiritual mereka. Hal ini akan memungkinkan para lansia untuk mendapatkan tidur malam yang nyenyak.  Gangguan tidur pada orang lanjut usia terkait erat dengan faktor psikologis dan ketika gangguan ini terjadi, penting untuk melihat tidak hanya pada efek penyakit, tetapi juga pada faktor psikologis. Depresi dan kecemasan adalah penyebab paling umum dari gangguan tidur, dan untuk mendapatkan tidur malam yang nyenyak, penting untuk bersikap positif dan optimis.