Alasan penurunan cairan ketuban terutama meliputi penurunan produksi dan peningkatan aliran keluar. 1. Penurunan produksi: Pada awal kehamilan, cairan ketuban sebagian besar merupakan dialisat serum ibu yang masuk ke rongga ketuban melalui plasenta, sehingga produksi cairan ketuban akan berkurang ketika plasenta bermasalah. Setelah pertengahan kehamilan, sumber cairan ketuban terutama adalah urin janin, jika jumlah urin berkurang karena penyakit ginjal janin atau aspek lainnya, cairan ketuban akan berkurang. 2. Peningkatan aliran keluar: Cairan ketuban umumnya tidak keluar selama kehamilan, tetapi jika terjadi ketuban pecah dini dan keadaan lain, akan menyebabkan keluarnya cairan ketuban, dan cairan ketuban secara alami berkurang setelah keluar. Pengurangan cairan ketuban secara klinis merupakan hal yang buruk bagi ibu hamil dan janin, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan rutin untuk memahami keadaan cairan ketuban, jika terjadi penurunan cairan ketuban maka harus berkonsultasi dengan dokter tepat waktu untuk memperjelas penyebab spesifik dari penyakit tersebut dan memberikan pengobatan yang tepat sasaran di bawah bimbingan dokter.