Radioterapi merupakan alat pengobatan yang penting bagi pasien kanker esofagus. Beberapa data klinis menunjukkan bahwa PET-CT dapat memandu radioterapi, sehingga meningkatkan keakuratan radioterapi dan mengurangi kerusakan pada jaringan di sekitarnya. Saat ini, radioterapi yang digunakan untuk mengobati kanker esofagus di Cina terutama didasarkan pada radiasi eksternal, dan ruang lingkup penyinaran ditentukan berdasarkan tingkat invasi tumor yang sebenarnya dan kemungkinan lesi subklinis di sekitarnya serta area drainase kelenjar getah bening regional. Namun, komplikasi radiasi paru, trakea, sumsum tulang belakang, dan kardiovaskular setelah terapi radiasi merupakan salah satu faktor yang paling signifikan dalam peningkatan mortalitas kanker esofagus. Oleh karena itu, penentuan area target untuk radioterapi adalah aspek yang paling penting dari radioterapi untuk kanker esofagus. Penggunaan PET-CT sebagai sistem yang terintegrasi, dengan kombinasi yang luar biasa dari gambar fungsional dan anatomi, merupakan platform baru untuk simulasi dan lokalisasi radioterapi. Hal ini karena meskipun gambar CT dapat dengan jelas menunjukkan ciri-ciri anatomis, namun sulit untuk menentukan batas-batas tumor yang menyusup dan membedakan antara infiltrasi lokal dan respons inflamasi, sedangkan jika digabungkan dengan gambar PET, gambar tersebut dapat merefleksikan informasi mengenai fungsi, aliran darah, dan metabolisme molekuler tumor dan jaringan normal. Hal ini semakin meningkatkan akurasi pemetaan area target untuk kanker esofagus, sehingga memaksimalkan perlindungan jaringan dan organ normal di sekitarnya sambil memberikan radiasi dosis tinggi ke tumor selama radioterapi.