Faktor risiko kanker esofagus termasuk merokok, konsumsi alkohol, konsumsi makanan kasar dalam waktu lama, makan makanan yang terlalu panas, obesitas, status keuangan keluarga yang buruk, dan memiliki keluarga sedarah yang mengidap kanker. Penyakit refluks esofagus dan lesi yang disebut hiperplasia epitel lambung pada mukosa esofagus (esofagus Barrett), serta sering mengalami nyeri ulu hati, kesulitan atau nyeri saat menelan, dan nyeri faring atau nyeri punggung, juga dianggap terkait erat dengan kanker esofagus. Statistik menunjukkan bahwa pria paruh baya dan lanjut usia memiliki risiko kanker esofagus yang lebih tinggi daripada populasi lainnya. Di Cina, faktor geografis kanker esofagus terlihat jelas, seperti Linzhou di Provinsi Henan, daerah Gunung Taihang dan daerah Koridor Hexi, yang merupakan daerah dengan tingkat kejadian kanker esofagus yang tinggi.