Keracunan air adalah ketika terlalu banyak air yang masuk ke dalam sel, yang mengakibatkan terlalu banyak air di dalam sel, yang juga dikenal sebagai hiponatremia dilusi. Keracunan air dapat dibagi menjadi keracunan air akut dan keracunan air kronis. Keracunan air akut umumnya ringan dan gejalanya dapat diatasi dengan menghentikan asupan air secara terus menerus dan kemudian mengeluarkan kelebihan air dari dalam tubuh, tetapi pada kasus yang parah, hal ini dapat menyebabkan kerusakan neurologis permanen atau kematian. Adanya keracunan air dapat ditentukan oleh tanda-tanda klinis, serta tes laboratorium. Jika pasien mengalami gejala seperti sakit kepala, penglihatan kabur, disorientasi atau bahkan koma, dan setelah pemeriksaan laboratorium, jika osmolalitas plasma di bawah 280 mmol/L, natrium darah di bawah 130 mmol/L, atau nilai natrium urin> 20 mmol/L, diagnosis keracunan air dapat dipastikan. Laju penurunan plasma, osmolalitas, dan konsentrasi natrium serum lebih penting untuk presentasi klinis pasien daripada penurunan nilai aktual pada awal keracunan air.