Menahan napas biasanya tidak diperlukan untuk EKG biasa, tetapi mungkin diperlukan untuk pasien dengan obesitas berat, penyakit paru-paru kronis, dan disfungsi sistem saraf otonom.
1. Jangan menahan napas: Pada tahap awal menahan napas, akan menyebabkan eksitasi saraf vagus, yang memiliki efek penghambatan pada jantung dan dapat memperlambat kontraktilitas miokard, detak jantung, dan tekanan darah. Jika Anda menahan napas terlalu lama, tubuh Anda dapat mengalami hipoksia, yang secara refleks menyebabkan eksitasi simpatis, sehingga detak jantung menjadi lebih cepat. Oleh karena itu, biasanya tidak perlu menahan napas selama pemeriksaan EKG, agar tidak mempengaruhi hasil pemeriksaan.
2. Menahan napas:
(1) Karena lapisan lemak pada orang yang mengalami obesitas berat lebih tebal dan bercak lemak lebih jauh dari jantung, sehingga menyebabkan penyimpangan indeks EKG, maka dianjurkan untuk menahan napas selama pemeriksaan EKG.
(2) Karena pasien dengan penyakit paru-paru kronis memiliki dada yang besar dan turun naik ketika bernapas, maka mudah untuk mempengaruhi diagnosis EKG, sehingga menahan napas dapat direkomendasikan saat melakukan pemeriksaan EKG.
(3) Menahan napas pada pasien dengan disfungsi otonom akan meningkatkan tekanan dada, menurunkan volume darah balik dan merangsang saraf vagus, yang akan membantu pemeriksaan.
Dokter akan melakukan pemeriksaan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, dan pasien disarankan untuk mengikuti instruksi dokter, baik dengan menahan nafas maupun tidak, untuk mendapatkan hasil yang akurat.