Apa itu Gangguan Stres Pasca Trauma?

Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) adalah gangguan kejiwaan yang terjadi secara perlahan dan berlangsung lama akibat trauma psikologis yang luar biasa dan mengancam. Peristiwa tersebut termasuk perang, kecelakaan serius, gempa bumi, pemerkosaan, penyiksaan, dll. Hampir semua orang yang mengalami peristiwa semacam itu merasakan tekanan yang luar biasa, yang sering kali menyebabkan individu tersebut merasa sangat takut, gentar, dan tidak berdaya. Tingkat keparahan peristiwa itu sendiri merupakan prasyarat untuk perkembangan PTSD. Dalam bahasa sehari-hari, banyak kejadian tak terduga yang dapat digambarkan sebagai ‘traumatis’, seperti perceraian, kehilangan pekerjaan, atau gagal dalam ujian. Namun, penelitian telah menemukan bahwa hanya sekitar 0,4 persen peristiwa yang bersifat ‘traumatis’. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa apa yang disebut ‘pengalaman traumatis’ harus memiliki dua karakteristik: pertama, pengalaman tersebut memiliki efek traumatis pada pengalaman emosional di masa depan. Sebagai contoh, seorang korban pemerkosaan dapat mengalami pengalaman serupa berulang kali dalam kehidupan pernikahan atau seksual mereka di masa depan; kedua, ada bahaya atau ancaman yang signifikan terhadap tubuh atau kehidupan. Tentu saja, ciri-ciri kepribadian individu, pengalaman pribadi, dukungan sosial, dan tingkat kesehatan fisik juga merupakan faktor yang berpengaruh dalam kondisi dan perjalanan penyakit.