Bagaimana cara efektif mencegah fistula esofagus akibat kanker esofagus?

Mayoritas kanker esofagus adalah karsinoma sel skuamosa, diikuti oleh adenokarsinoma, sedangkan adenosarkoma dan karsinosarkoma esofagus lebih jarang terjadi. Kanker esofagus lebih sering terjadi pada segmen bawah dan tengah, dan lebih jarang terjadi pada segmen atas, yang sering kali dipersulit oleh kanker esofagus. Seiring dengan perkembangan penyakit ini, penyakit ini dapat dengan mudah membentuk fistula esofagus, yang dapat menjadi lebih bermasalah daripada kanker esofagus. Tidak diragukan lagi, pencegahan kanker esofagus merupakan langkah paling mendasar untuk mengendalikan fistula esofagus. Langkah-langkah pencegahan meliputi: 1. Ubah kebiasaan makan yang buruk: kurangi merokok dan minum alkohol; jangan makan makanan yang terlalu panas, dan kurangi makanan yang menyebabkan iritasi. 2. Jangan makan makanan yang difermentasi dan berjamur; lakukan pekerjaan yang baik untuk menghilangkan jamur dari makanan; kurangi asupan nitrit; perbanyak makan sayur dan buah. 3 . Di daerah dengan insiden kanker kerongkongan yang tinggi, kelola sumber air dengan baik, cegah pencemaran air dan tingkatkan kualitas air; promosikan pupuk mikronutrien untuk memperbaiki kekurangan selenium, molibdenum, dan elemen lain di dalam tanah. 4 . Bagi mereka yang biasanya memiliki kebiasaan makan asinan kubis dan minum alkohol, begitu gejala awal kanker kerongkongan muncul, mereka harus menjalani pemeriksaan yang relevan sesegera mungkin untuk deteksi dini, diagnosis dini, dan pengobatan dini. Seperti kata pepatah, “dibutuhkan lebih dari satu hari untuk membekukan es setinggi tiga kaki”, perkembangan kanker kerongkongan bukanlah sesuatu yang terjadi dalam semalam, jadi kita harus lebih memperhatikan perlindungan untuk menjaga tubuh kita tetap sehat dan jauh dari kanker kerongkongan. Kanker ini dapat meningkat, memperparah kesulitan bernapas dan bahkan menyebabkan perforasi lambung.