Apa yang dimaksud dengan Oligospermia, Sperma Lemah, dan Teratozoospermia? Diagnosis oligospermia: memiliki kepadatan sperma kurang dari 15 x 106Mml tetapi lebih dari 0,0 x 106Mml tanpa memenuhi diagnosis lainnya. Diagnosis spermatozoa lemah: memiliki kepadatan sperma yang normal tetapi persentase sperma yang bergerak maju di bawah nilai rujukan laboratorium (sperma yang bergerak maju a+b ≥ 32%) dan tidak konsisten dengan diagnosis lainnya. Teratozoospermia: <4% morfologi sperma normal Belajar membaca analisis air mani Tes yang paling penting untuk memahami kesuburan pria adalah analisis air mani, yang berfokus pada jumlah dan status fungsional sperma. Banyak pria yang bingung dan kewalahan dengan banyaknya data yang mereka terima saat diberikan hasil tes. Sangatlah penting untuk belajar memahami tes air mani. Pada pria dewasa, volume air mani tidak boleh kurang dari 1,5 ml. Air mani yang baru diejakulasikan akan mengeras dan menjadi encer serta cair setelah 5-30 menit, yang disebut pencairan. pH air mani umumnya sedikit basa di bagian tengah, dengan nilai pH 7,2-8,0. Terlalu asam atau terlalu basa tidak kondusif untuk kelangsungan hidup atau fungsi fisiologis sperma. Setidaknya terdapat 10 juta sperma per ml air mani. Jika kepadatannya kurang dari 15 x 106/ml atau jumlah total sperma kurang dari 39 x 106 per ejakulasi, maka hal ini disebut kondisi oligosperma dan tidak mudah untuk hamil. Yang terbaik adalah memeriksa jumlah sperma yang motil setidaknya 40%, dan lebih banyak lebih baik, dengan sperma yang bergerak maju kemungkinan besar subur, dan lebih banyak lebih baik, biasanya 32% atau lebih. Menurut analisis morfologi sperma yang ketat, proporsi sperma bentuk normal harus lebih besar dari 4% atau lebih. Jumlah sel darah putih total <1,0 x 106/ml.