Informasi tentang Inseminasi Buatan

I. Proses “Inseminasi Buatan” Inseminasi buatan adalah suatu teknik untuk membantu pembuahan dengan mengumpulkan air mani dari suami atau donor dan menyuntikkannya secara langsung atau setelah dicuci ke dalam saluran reproduksi wanita saat ovulasi (biasanya ke dalam rongga rahim). Teknik ini dapat dibagi menjadi dua jenis: inseminasi buatan dengan air mani suami (AIH) dan inseminasi buatan dengan air mani donor (AID). Baik siklus alami maupun siklus pemicu ovulasi dapat dilakukan, dengan setiap siklus perawatan berlangsung sekitar 7-10 hari. Biaya: Inseminasi sperma suami: sekitar RMB4000; inseminasi sperma donor: sekitar RMB8000. Tingkat keberhasilan: sekitar 15%-20%. Syarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan inseminasi pada manusia: 1. Pasangan pria dan wanita dalam keadaan sehat. 2. Pasangan wanita dalam keadaan sehat, mental normal dan mampu menahan kehamilan dan persalinan. 3. Kedua pasangan harus sepenuhnya memahami proses perawatan dan kemungkinan risiko pembuahan yang dibantu, serta dapat secara aktif bekerja sama dengan berbagai perawatan dan menandatangani formulir persetujuan. 4. Pasangan wanita harus menjalani pemeriksaan tuba sebelum prosedur dan setidaknya salah satu tuba falopi harus terbuka. 5. Pasangan pria harus memiliki standar motilitas air mani tertentu. 6. Kedua pasangan harus memiliki hasil yang normal pada pemeriksaan awal. 7. Siapkan tiga sertifikat: surat nikah, kartu identitas, dan sertifikat kesuburan. 5. Pemeriksaan pra-operasi: 1. Wanita: pemeriksaan pra-operasi setelah menstruasi, termasuk pemeriksaan darah rutin, fungsi hati, antibodi terhadap hepatitis B dan C, antibodi terhadap AIDS dan sifilis, hormon seks, eugenik (TORCH), antibodi kekebalan tubuh, keputihan, tes gonokokus dan klamidia. 2. Pria: Pemeriksaan pantang selama 2-7 hari: Antibodi hepatitis B dan C, antibodi HIV dan sifilis, TORCH, antibodi kekebalan tubuh, gonokokus dan klamidia, air mani rutin, dan tes fungsi air mani. Setelah setiap inseminasi, pasien harus berbaring di tempat tidur selama setengah jam sebelum pulang. Anda dapat beraktivitas dan bekerja secara normal. Hindari pekerjaan fisik yang berat dan aktivitas yang berat, dan hindari hubungan seksual selama setengah bulan. Progesteron diberikan sesuai kebutuhan. Progesteron 200mg harus diberikan secara oral sekali sehari selama 14 hari sejak hari setelah IUI/AID seperti yang diresepkan oleh dokter. Pada kasus-kasus tertentu, gejala-gejala seperti ketidaknyamanan saluran cerna (misalnya mual, muntah), perut kembung, disuria dan sesak napas, atau sedikit perdarahan dari vagina atau nyeri perut bagian bawah harus segera ditinjau untuk menghindari penundaan pengobatan. Jika Anda sedang hamil, mintalah pemeriksaan darah di rumah sakit. Jika Anda tidak hamil, hentikan penggunaan obat dan tunggu sampai menstruasi Anda datang. Jika Anda tidak hamil, Anda dapat menghentikan penggunaan obat dan menunggu haid. Jika Anda mengalami kegagalan setelah 3 kali atau lebih melakukan IUI secara teratur, Anda harus melakukan tes yang diperlukan sesuai anjuran dokter dan mempertimbangkan untuk melakukan program bayi tabung.