Perbedaan antara Limpa dan Perut yang Lembap-Panas dan Limpa dan Perut yang Kekurangan-Dingin

Perbedaan antara Limpa dan Perut yang lembab dan panas (Limpa dan Perut terasa lembab dan panas) dan Limpa dan Perut yang lemah dan dingin (Limpa dan Perut terasa lemah dan dingin) dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu penyebab penyakit, gejala, dan pengobatan. 1. Etiologi: Menurut pengobatan Tiongkok, kelembapan dan panas pada limpa dan lambung sebagian besar disebabkan oleh rasa lembab atau makan yang tidak terkendali, terlalu banyak makan makanan yang berlemak, manis dan berkuah kental, sehingga menyebabkan kelembapan dan panas berkumpul dan menumpuk di limpa dan lambung. Rasa dingin di limpa dan perut sebagian besar disebabkan oleh kekurangan dalam tubuh manusia, tidak cukupnya Qi di limpa dan perut, atau terlalu banyak makan makanan dingin dan mentah. 2. Gejala: Panas lembab pada limpa dan lambung dapat terlihat sebagai perut kembung, badan terasa berat, mulas, badan terasa panas, tinja encer dan lengket, mulut terasa kering dan pahit, tidak ada keinginan untuk minum air putih, dan air seni berwarna kuning dalam jumlah sedikit. Limpa dan perut dingin dapat dilihat sebagai rasa sakit yang samar-samar di perut, seperti rasa hangat dan tertekan, takut akan dingin, anggota badan dingin, mencret, air seni yang keluar banyak dan jernih, serta keputihan pada wanita yang encer dan banyak. 3. Pengobatan: Pengobatan kelembaban-panas di limpa dan perut terutama untuk membersihkan panas dan menghilangkan kelembaban (menghilangkan panas dan kelembaban dalam tubuh), seperti Huanglian, Scutellaria baicalensis, Yin Chen, Poria cocos, Ze Xie, Psyllium, Talcum officinale, Talcum sativum, dan obat-obatan lain untuk mengatur kondisi tersebut. Pengobatan dingin di limpa dan perut didasarkan pada pemanasan Yang dan memperkuat limpa, seperti obat-obatan Radix Rehmanniae Pills. Efek samping dan kontraindikasi dari obat-obatan di atas belum diklarifikasi, dan disarankan agar dikonsumsi di bawah bimbingan seorang profesional medis, jangan minum obat secara membabi buta. Apapun jenis penyakitnya, kami sarankan untuk segera mencari pertolongan medis, bekerja sama dengan diagnosis dan bimbingan dokter, dan secara aktif mengobati penyakit tersebut untuk menghindari penundaan kondisi.