Kacang chestnut tidak dianjurkan untuk dikonsumsi setelah bertunas.
Kecambah chestnut itu sendiri tidak menghasilkan zat berbahaya dan tidak menyebabkan keracunan makanan seperti halnya kentang yang menghasilkan racun lobotoksin. Namun, chestnut biasanya ditemukan di lingkungan yang gelap dan lembab dalam waktu yang lama sebelum bertunas, dan biasanya disertai dengan jamur dan pembusukan.
Kacang chestnut yang berjamur dan busuk rentan terhadap infeksi berbagai jenis jamur seperti Aspergillus flavus, yang dapat menyebabkan keracunan makanan setelah dikonsumsi. Aflatoksin adalah racun yang sangat patogen yang mengandung beberapa turunan dan sering mencemari makanan dan minyak serta produknya.
Konsumsi chestnut yang mengandung aflatoksin, jika mencapai dosis tertentu, dapat menyebabkan nekrosis hepatoseluler akut dan meningkatkan insiden kanker hati dan kanker lainnya dalam jangka panjang.
Karena kastanye berada di lingkungan yang lembab, kandungan airnya yang tinggi, sangat cocok untuk perkembangbiakan Aspergillus flavus, Aspergillus ochraceus, Aspergillus niger, ergot dan jamur lainnya, maka sebaiknya perkecambahan kastanye sedapat mungkin dibuang, agar tidak mengancam kesehatan tubuh.