Rehabilitasi pasien kanker payudara mencakup pemulihan fungsi fisik, penyesuaian keadaan psikologis dan pemulihan aktivitas sosial.
I. Rehabilitasi fungsi anggota tubuh yang terkena dampak
Latihan fungsional: (1) 1 hingga 2 hari setelah operasi, berlatih mengepalkan tangan, ekstensi jari, dan fleksi pergelangan tangan; (2) 3 hingga 4 hari setelah operasi, ekstensi dan fleksi lengan bawah; (3) 5 hingga 7 hari setelah operasi, menyentuh bahu yang berlawanan dan telinga ipsilateral dengan tangan yang terkena (anggota tubuh yang terkena dapat ditopang oleh anggota tubuh yang sehat); (4) 8 hingga 10 hari setelah operasi, berlatih elevasi, ekstensi, dan fleksi sendi bahu hingga 90°; (5) 10 hari setelah operasi, latihan panjat dinding panjat sendi bahu dan latihan peralatan.
Standar latihan fungsional adalah mampu meluruskan dan mengangkat lengan atas pada sisi yang terkena hingga mencapai telinga yang berlawanan di sekitar bagian atas kepala dalam waktu 2 minggu. Latihan fungsional harus dilanjutkan setelah standar tercapai. Penculikan bahu dibatasi selama 7 hari setelah operasi. Pada kasus nekrosis flap yang parah, hindari olahraga yang signifikan selama 2 minggu setelah pembedahan. Kurangi jumlah latihan dan gerakan bahu (batasi abduksi) jika cairan subkutan atau drainase melebihi 50 mL 1 minggu setelah operasi. Menunda latihan bahu setelah pencangkokan kulit dan rekonstruksi payudara dengan flap latissimus dorsi.
2. Pencegahan atau pengurangan oedema ekstremitas atas: Umumnya, lingkar ekstremitas atas yang terkena dianggap <3 5=">5 cm lebih panjang dari lingkar ekstremitas atas kontralateral sebagai oedema parah. Pendekatan spesifik.
(1) Pencegahan infeksi: jaga kebersihan kulit pada sisi yang terkena; jangan melakukan operasi invasif pada lengan yang terkena, seperti pengambilan darah dan infus; kenakan sarung tangan longgar saat mencuci dan hindari kontak berkepanjangan dengan larutan pencuci yang mengiritasi; hindari gigitan nyamuk; selalu berpakaian dan kenakan perhiasan atau jam tangan secara longgar. Kenakan manset elastis apabila bepergian melalui udara.
(2) Hindari lingkungan yang panas: hindari luka bakar; jangan mengompres lengan yang terkena luka dengan kompres panas, dan jangan terlalu panas saat mandi; hindari paparan cahaya terang.
(3) Hindari menahan beban berat: hindari mengangkat, menarik atau mendorong benda berat; hindari pekerjaan fisik yang berat atau aktivitas fisik yang berat.
II. Diet dan nutrisi
Tidak ada bukti bahwa jenis makanan dan diet tertentu berhubungan dengan kekambuhan atau metastasis kanker payudara. Dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan buah-buahan, sayuran, biji-bijian kasar dan produk kedelai. Orang dewasa harus minum setidaknya 2 hingga 3 gelas jus sayuran dan 1 hingga 2 gelas jus buah setiap hari. Suplemen makanan (misalnya, multivitamin) tidak dianjurkan. Plasenta dan produknya serta suplemen dari bahan yang tidak diketahui merupakan kontraindikasi.
III. Latihan
Setidaknya 150 menit latihan intensitas sedang per minggu dan latihan kekuatan dua kali seminggu. Misalnya, jalan cepat, bersepeda, berenang, tai chi dan tarian aerobik.
IV. Membangun gaya hidup sehat
(1) Mempertahankan berat badan normal.
(2) Mematuhi rutinitas latihan.
(3) Kurangi asupan alkohol dan jangan merokok; gunakan produk kesehatan dengan hati-hati.
V. Bimbingan tentang rehabilitasi seksual
Hormon seks yang menyebabkan wanita memiliki dorongan seks adalah estrogen. Wanita hanya membutuhkan sejumlah kecil estrogen untuk mempertahankan tingkat normal yang dibutuhkan untuk hasrat seksual.
(1) Perbaiki komunikasi dengan pasangan Anda tentang kehidupan seks Anda.
(2) Cobalah pijatan sensual dan tingkatkan fantasi seksual. Bagikan fantasi seksual Anda dengan pasangan Anda.
(3) Bacalah buku yang bagus tentang seks untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Anda tentang seks.
(4) Doronglah pasangan anda untuk lebih aktif dalam kegiatan seksual.
(5) Katakan kepada pasangan Anda untuk melakukannya dengan cara yang Anda sukai.
VI. Bimbingan kesuburan
Kesuburan dapat dipertimbangkan dalam kasus-kasus berikut.
(1) Pasien dengan karsinoma in situ payudara setelah pembedahan dan radioterapi.
(2) 2 tahun setelah pembedahan pada pasien dengan karsinoma invasif kelenjar getah bening-negatif pada payudara.
(3) 5 tahun setelah pembedahan pada pasien dengan karsinoma invasif kelenjar getah bening-positif pada payudara.
(4) Untuk pasien yang membutuhkan terapi endokrin adjuvan, hentikan terapi endokrin (misalnya norethindrone, triamcinolone atau SERM lainnya) 3 bulan sebelum pembuahan sampai akhir menyusui setelah melahirkan dan kemudian lanjutkan terapi endokrin.
VII. Tindak lanjut pasca-operasi.
Tindak lanjut: setiap 3 bulan setelah pembedahan (atau setelah selesai kemoterapi ajuvan) untuk tahun ke-1 hingga ke-2, setiap 4 hingga 6 bulan untuk tahun ke-3 hingga ke-4, dan 1 hingga 2 kali per tahun dari tahun ke-5.