Terdapat faktor fisiologis dan faktor patologis seperti herniasi diskus intervertebralis lumbal, stenosis tulang belakang lumbal, hipokalaemia, sindrom piriformis, dan miastenia gravis. 1. Faktor fisiologis: misalnya, ketegangan otot yang disebabkan oleh berdiri dalam waktu yang lama atau terlalu banyak berjalan, yang dapat dikurangi dengan beristirahat. 2. Herniasi diskus intervertebralis lumbal: Diskus intervertebralis yang mengalami herniasi yang menekan saraf dapat menyebabkan nyeri dan kelemahan pada betis, dan mati rasa pada kaki juga dapat terjadi. 3. Stenosis tulang belakang lumbal: dapat menyebabkan kelemahan tungkai bawah dan berjalan dengan klaudikasio intermiten. 4. Hipokalaemia: kehilangan yang berlebihan atau asupan kalium yang tidak mencukupi dapat menyebabkan kelemahan tungkai bawah, yang secara bertahap memburuk. 5. Sindrom Piriformis: Otot Piriformis menekan saraf skiatik, yang mengakibatkan kelemahan betis dan keterbatasan gerakan sendi. 6. Myasthenia gravis: termasuk dalam penyakit sistem saraf, kelemahan betis yang berangsur-angsur memburuk, atrofi otot. Jika kelemahan betis tidak membaik dengan beristirahat, disarankan untuk pergi ke rumah sakit tepat waktu untuk memeriksa penyebab penyakit dan kemudian pengobatan.