Gejala Pengobatan Fibrilasi Atrium

Fibrilasi Atrium (AF) adalah gelombang denyut yang cepat dan tidak teratur yang disebabkan oleh hipertiroidisme, hipertensi, penyakit arteri koroner dan penyakit lainnya. Pasien sering mengalami kepanikan, sesak napas, nyeri dada dan gejala lainnya, yang biasanya dapat diobati dengan pengobatan untuk mengembalikan ritme dan terapi antikoagulan.
1. Gejala: Fibrilasi atrium terjadi ketika atrium tidak dapat berkontraksi secara normal untuk mengeluarkan darah. Jika denyut ventrikel melebihi 150 denyut/menit, pasien akan mengalami gejala seperti panik, sesak napas, nyeri dada, pusing, dan kelelahan.
2. Pengobatan: Pasien yang tidak memiliki trombus di atrium dengan USG dapat menggunakan sotalol, amiodaron, propafenone dan obat lain untuk pengobatan. Untuk mencegah trombosis fibrilasi atrium, pasien juga dapat menggunakan clopidogrel, aspirin, dan obat lain untuk anti agregasi trombosit. Setelah ritme kembali, juga perlu menggunakan obat-obatan seperti propyzamide dan amiodaron untuk mencegah terjadinya fibrilasi atrium.
Dianjurkan agar pasien pergi ke rumah sakit profesional sesegera mungkin, secara aktif bekerja sama dengan perawatan dokter, dan menggunakan obat di bawah bimbingan dokter.