Hal pertama yang harus Anda hindari adalah alkohol, karena alkohol sebagian besar dimetabolisme oleh hati, dan ketika sel-sel hati rusak, kemampuan untuk memetabolisme alkohol menjadi sangat rendah, dan minum alkohol dapat dengan mudah menyebabkan fungsi hati memburuk. Pasien dengan sirosis hati memiliki pencernaan yang buruk karena ekskresi empedu mereka tidak mencukupi, yang memengaruhi penyerapan makanan berlemak dan vitamin yang larut dalam lemak. Beban hati dan kandung empedu. 3. Makanlah makanan berprotein yang mudah dicerna. Konsep yang tepat harus ditetapkan saat memilih makanan. Makanlah makanan berprotein yang mudah dicerna, seperti ikan laut dalam, susu rendah lemak, putih telur, dan tahu adalah pilihan yang baik. Pasien dengan sirosis juga harus dipantau untuk mengetahui adanya koma hati, dan jika terjadi koma hati, asupan protein harus dibatasi. Koma hati: Ini adalah kondisi yang terjadi pada pasien dengan sirosis pada akhir penyakit, atau pada gagal hati, karena fungsi sel hati sangat terganggu, atau karena hipertensi portal, sehingga darah portal tidak dapat masuk ke sirkulasi secara langsung melalui hati, tetapi melalui sirkulasi kolateral. Ketika sistem saraf pusat rusak, berbagai gejala neurologis muncul dan akhirnya pasien kehilangan kesadaran dan kesadaran dan menjadi tidak sadar. 4. Selain itu, hati harus dilindungi dengan mengonsumsi lebih banyak sayuran yang bersifat detoksifikasi dan meningkatkan empedu seperti kembang kol, kangkung, kubis, dan kacang polong, karena sayuran ini paling kaya serat dan dapat mengeluarkan racun dari dalam tubuh.