Misteri orang tua yang memiliki bayi B

  Golongan darah pasangan Zhuang di Guangxi adalah O, tetapi laporan golongan darah bayi mereka yang baru lahir menunjukkan B, yang tidak sesuai dengan hukum warisan golongan darah. Setelah melakukan penelitian, para peneliti imuno-hematologi dan genetika Tiongkok menemukan bahwa bayi tersebut memang darah daging pasangan tersebut, dan menguak misteri ciri-ciri pewarisan genetik golongan darah spesifik Zhuang.  Pasangan Zhuang dari Shanglin County, Guangxi, melahirkan seorang bayi laki-laki di Rumah Sakit Rakyat Ketiga di Nanning pada bulan Oktober 2007. Mereka sangat senang saat mengetahui bahwa golongan darah bayi dilaporkan sebagai B, sementara golongan darah kedua pasangan tersebut adalah O. Sudah menjadi pengetahuan medis yang umum bahwa pasangan dengan golongan darah O tidak dapat melahirkan generasi penerus dengan golongan darah B. Hal ini membuat ayah sang bayi bertanya-tanya: apakah anak itu tidak memiliki hubungan darah dengannya? Saat bertanya kepada istrinya, dia menjawab dengan tegas: “Itu anak kandungmu.” Jadi, mungkinkah bayi tersebut telah dirawat di rumah sakit yang salah? Pasangan ini bertanya kepada pihak rumah sakit, yang mengatakan bahwa tidak ada kemungkinan seperti itu.  Rumah sakit melakukan tes darah lagi pada anak tersebut dan hasilnya masih menunjukkan bahwa golongan darah bayi tersebut adalah B. Hasilnya menunjukkan bahwa golongan darah pasangan tersebut adalah O dan golongan darah bayinya adalah B, yang konsisten dengan hasil tes rumah sakit. Hasil tes paternitas selanjutnya menunjukkan bahwa bayi tersebut memang darah daging pasangan tersebut.  Mengapa orang tua bergolongan darah O melahirkan bayi bergolongan darah B? Pada titik ini, beberapa orang dalam profesi medis menyarankan bahwa ada kemungkinan salah satu orang tua memiliki kecenderungan genetik langka yang menyebabkan anak memiliki variasi genetik.  Warisan genetik yang aneh menciptakan sebuah misteri. Tes golongan darah menunjukkan bahwa selain golongan darah “O” dari ayah sang bayi, kakek-nenek dan dua bibi sang bayi semuanya bergolongan darah B. Profesor Wu Guoguang, seorang ahli imunohaematologi dan genetika dari Tiongkok, memimpin para peneliti di Nanning Institute of Blood Transfusion Medicine untuk menemukan bahwa golongan darah O dari ayah bayi tersebut hanyalah sebuah ilusi, tetapi sebenarnya adalah golongan darah B yang aneh. Dia memiliki golongan darah B dari orang tuanya, tetapi golongan darah B ini tidak dapat muncul dan tidak dapat ditemukan dalam tes rutin karena dua gen H yang membantu memproduksinya adalah gen H spesifik yang telah kehilangan fungsinya.  Para peneliti menemukan bahwa kakek dan nenek bayi tersebut sama-sama bergolongan darah B dan masing-masing membawa salah satu gen H spesifik ini, dan bahwa ayah bayi tersebut kebetulan “mengambil” gen H dari kedua orangtuanya, dan dengan kombinasi kedua gen H spesifik yang tidak dapat menghasilkan golongan darah B, ayah bayi tersebut memiliki tampilan yang salah sebagai golongan darah O. Dengan cara ini, ia memiliki bayi tipe B dengan istrinya, yang benar-benar berdarah tipe O. Sebaliknya, bayi dan kakek-neneknya, tidak memengaruhi penampilan golongan darah B mereka karena mereka masing-masing hanya memiliki satu sifat gen H orang tua bergolongan darah O bayi bergolongan darah B. Misteri keberadaan gen golongan darah spesifik, gen H spesifik ini, sangat jarang ditemukan dalam laporan akademis internasional, dan membawa dua gen H spesifik ini pada saat yang sama, seperti yang dilakukan oleh ayah bayi, belum pernah ditemukan oleh komunitas medis sebelumnya.  Para peneliti dari Nanning Institute of Transfusion Medicine akhirnya mengungkap misteri tersebut setelah melakukan penelitian selama enam bulan di mana lebih dari 1.000 kasus darah diambil sampelnya secara acak dan dianalisa pada populasi Guangxi Zhuang. Mereka menemukan bahwa gen golongan darah H spesifik ini, yang memiliki distribusi tertentu pada populasi Zhuang, merupakan karakteristik golongan darah populasi Zhuang di Tiongkok yang sejauh ini belum pernah dilaporkan secara internasional, dan peran serta fungsi biologisnya masih dalam penelitian lebih lanjut.  Sebagai ahli terkenal di dunia dalam bidang imunohematologi dan genetika, Profesor Wu Guoguang saat ini memimpin Lokakarya Imunologi Trombosit Transfusi Darah Internasional ke-14 di Nanning, Guangxi. Temuan Profesor Wu dan tim risetnya telah menarik banyak perhatian dari komunitas akademis internasional. Menurut Wu Guoguang, penemuan ini semakin menegaskan bahwa struktur genetik golongan darah dari berbagai kelompok etnis di Tiongkok mungkin agak berbeda dan khas. Penemuan ini tidak hanya memperjelas fakta bahwa keluarga bayi memiliki hubungan darah selama tiga generasi, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan transfusi darah dan perawatan keamanan darah pada populasi Zhuang, serta etnografi dan kedokteran forensik, melalui pemahaman karakteristik golongan darah populasi Zhuang, serta berkontribusi pada penelitian internasional tentang teori golongan darah dan pengembangan akademik terkait.