Rhabdomyolisis ringan mungkin tidak memiliki gejala klinis yang jelas, atau dapat bermanifestasi sebagai rasa sakit, perubahan warna urin, peningkatan kreatin kinase dan mioglobin. 1. Nyeri: Rhabdomyolisis ringan dapat dimanifestasikan oleh kelemahan otot akut, nyeri, nyeri tekan dan bengkak pada anggota tubuh atau daerah tubuh yang terkena, dan kadang-kadang dapat dimanifestasikan oleh lecet, luka tekan yang dangkal, dan sebagainya. 2. Perubahan warna urin: hemoglobinuria dapat terlihat pada rhabdomyolisis ringan, dan urin menjadi lebih gelap warnanya, tampak seperti warna teh atau kecap. 3. Peningkatan kreatin kinase dan mioglobin: Indikator umum rhabdomyolisis ringan meliputi peningkatan konsentrasi kreatin kinase serum, mioglobin, laktat dehidrogenase, kalium, aminotransferase, dan perubahan abnormal lainnya pada indikator laboratorium. Jika tidak diobati, terdapat risiko eksaserbasi lebih lanjut dari kondisi ini, dengan gejala-gejala seperti denyut jantung yang cepat, kelelahan, demam, dan bahkan komplikasi seperti cedera ginjal akut, sindrom kompartemen osteofasial, dan koagulasi intravaskular diseminata. Pasien dengan sindrom rhabdomyolysis perlu diperiksa dan diobati secara tepat waktu untuk menghindari penundaan kondisi, yang dapat menyebabkan konsekuensi yang serius dan merugikan.