Latihan rehabilitasi yang biasanya diindikasikan untuk pasien dengan foot drop meliputi gerakan pasif, latihan berjalan, dan rehabilitasi, tetapi mungkin tidak selalu menghasilkan kembalinya kondisi normal secara total.
Ada banyak penyebab foot drop, termasuk cedera saraf peroneal, stroke, cedera saraf tulang belakang, dan neuritis perifer. Pengobatan bervariasi dari satu penyebab ke penyebab lainnya. Mengambil contoh cedera saraf peroneal yang paling umum, latihan terutama dilakukan melalui metode berikut.
1. Gerakan pasif: Pada tahap awal pemulihan, pasien dapat melakukan latihan pasif dengan bantuan terapis rehabilitasi, terutama termasuk latihan mobilitas sendi dan latihan kekuatan otot. Setelah kekuatan otot pasien mencapai tingkat kedua, pasien dapat didorong untuk berinisiatif melakukan aktivitas fleksi dan ekstensi kaki. Ini akan menjadi dasar bagi pasien untuk memulihkan fungsi berjalan normal.
2. Latihan berjalan: bila pemulihan pasien sudah baik, aktivitas berjalan dapat dilakukan. Pelatihan harus dilakukan secara bertahap, pertama berdiri dengan bantuan dinding, kemudian berlatih jongkok dan berjalan. Beberapa pasien dapat berjalan dengan bantuan peralatan ortopedi, yang dapat membantu mereka menjaga keseimbangan.
3. Pelatihan rehabilitasi: Ini terutama mencakup otot tibialis anterior dan suspensi tendon ekstensor digitorum longus, pergeseran medial otot gastrocnemius dan pergeseran anterior kepala lateral dan sebagainya.
Dianjurkan agar pasien dengan kaki terjatuh dirawat di bawah bimbingan dokter profesional, dan tidak berolahraga sendiri secara membabi buta untuk menghindari konsekuensi yang merugikan.