Manfaat menyusui bagi bayi: 1. Nutrisi/pertumbuhan: ASI adalah makanan yang penting dan ideal untuk bayi, mengandung nutrisi yang paling sesuai untuk pencernaan dan penyerapan dan memiliki bioavailabilitas tertinggi. setelah usia 6 bulan, bayi akan terus tumbuh dengan baik dengan tambahan makanan pendamping ASI. 2. Imunisasi: ASI kaya akan zat penangkal infeksi sehingga bayi lebih jarang terserang penyakit. Bayi lebih kecil kemungkinannya untuk menderita diare, infeksi saluran pernapasan dan infeksi kulit, dan alergi dapat dicegah. 3, perkembangan dan perlindungan gigi: gerakan otot menghisap membantu perkembangan wajah yang normal, dan dapat mencegah karies gigi yang disebabkan oleh pemberian susu botol. 4. Bermanfaat untuk perkembangan otak bayi: ASI mengandung asam amino yang diperlukan untuk perkembangan otak bayi. Selain itu, selama menyusui, suara ibu, suara jantung, bau, dan kontak kulit dapat menstimulasi otak bayi dan meningkatkan perkembangan intelektual dini. 5. Masalah psikososial (1) Seringnya kontak kulit ke kulit dan perawatan bayi dengan ibu kondusif untuk mendorong perkembangan adaptasi psikologis dan sosial. (2) Penelitian terbaru menunjukkan bahwa menyusui berhubungan dengan IQ yang tinggi (Lucas 1992) 6. Lain-lain (1) Mengurangi risiko radang usus besar (2) Mengurangi terjadinya sindrom kematian bayi mendadak (3) Dapat dikaitkan dengan berkurangnya kejadian diabetes dan limfoma pada anak II. 1. Menyusui memberikan kepekaan keibuan pada ibu dan transisi yang sukses dari kondisi hamil ke kondisi tidak hamil. Oksitosin yang dihasilkan dari proses menyusui meningkatkan kontraksi rahim. 2. Mengurangi pendarahan pasca melahirkan. Mendorong peremajaan rahim. Protein, zat besi dan nutrisi lain yang dibutuhkan dalam tubuh ibu dapat disimpan melalui amenorea pascakelahiran, yang kondusif untuk pemulihan pascakelahiran dan memperpanjang interval kelahiran. Selain itu, menyusui dapat mengurangi risiko kanker payudara dan ovarium. Menyusui juga bermanfaat bagi rumah sakit, keluarga dan masyarakat: terutama dalam hal ekonomi. Rumah sakit dapat menghemat botol, susu formula, dan tenaga kerja yang diperlukan untuk mensterilkan dan menyiapkan produk makanan pengganti ASI. Dari sudut pandang keluarga dan masyarakat, biaya yang dikeluarkan untuk nutrisi ibu lebih murah dibandingkan dengan biaya untuk bayinya; konsultasi medis, obat-obatan, tes dan rawat inap dapat dikurangi karena bayi lebih kecil kemungkinannya untuk jatuh sakit.