Ankylosing spondylitis adalah penyakit inflamasi kronis yang diklasifikasikan sebagai gangguan reumatologi-imunologi. Fasciitis lumbal adalah penyakit inflamasi steril pada fasia dan jaringan otot punggung lumbal yang disebabkan oleh berbagai faktor. Ini adalah dua penyakit yang berbeda.
Penyebab ankylosing spondylitis masih belum jelas, dan saat ini diyakini terkait dengan sejumlah faktor seperti genetika, infeksi, lingkungan, dan kekebalan tubuh. Penyakit ini dimulai secara perlahan dan tersembunyi, dan pada tahap awal, nyeri tumpul dapat muncul pada sendi lumbosakral dengan kekakuan di pagi hari, terbangun di tengah malam dengan rasa sakit dan kesulitan untuk membalikkan badan, yang mungkin berkurang setelah beraktivitas.
Seiring dengan perkembangan penyakit, gejala-gejala seperti pergerakan sendi yang terbatas dan kelainan bentuk tulang belakang dapat muncul secara bertahap. Hasil pencitraan dapat membantu diagnosis. Sendi sakroiliaka dapat terlihat memiliki lesi seperti penyempitan ruang sendi.
Fasciitis dorsal lumbal mengacu pada perubahan patologis pada jaringan lunak punggung lumbal, yang dipicu oleh dingin, lembab, ketegangan kronis, dll. Oedema, eksudasi, dan perubahan fibrosa terjadi pada fasia punggung lumbal dan jaringan otot. Manifestasi utamanya adalah nyeri tumpul yang menyebar, nyeri, bengkak, dan nyeri tekan yang meluas di punggung bawah. Biasanya parah di pagi hari, kurang parah di siang hari, dan kemudian lebih buruk di malam hari. Tes pencitraan umumnya tidak menghasilkan temuan positif.
Ankylosing spondylitis dan fasciitis lumbal belakang adalah dua penyakit yang berbeda sifatnya dan ditangani secara berbeda karena penyebab yang berbeda. Dalam kasus nyeri punggung bawah, dianjurkan untuk pergi ke rumah sakit tepat waktu untuk mengidentifikasi penyebab penyakit dan kemudian memberikan perawatan yang tepat.