Waspadalah terhadap pembunuh “seks”!

Sering kali ada peristiwa dalam hidup yang tidak menarik secara “seksual”. Apa yang menyebabkan kurangnya dorongan dan menurunnya hasrat? Lihatlah di bawah ini untuk melihat apakah Anda dapat menemukan petunjuk tentang apa yang menyebabkan hilangnya kenikmatan seksual. Tindakan kita termotivasi dan ada banyak faktor yang dapat menyebabkan penurunan hasrat seksual, jadi mari kita sebut saja “pembunuh” di sini. Pembunuh nomor satu: ketegangan dan stres. Tubuh kita sering merespons stres dengan buruk, dan stres emosional dapat memengaruhi fungsi tubuh, termasuk libido dan kinerja seksual. Menyadari bahwa kita mungkin memiliki pemicu stres yang mendasarinya adalah langkah pertama untuk mengatasinya, dan pengaturan diri adalah hal pertama yang terlintas dalam pikiran kita, tetapi terkadang kita perlu menggunakan bantuan profesional untuk melepaskannya. Pembunuh nomor dua: pasangan dan mitra. Seks itu seperti tarian tango, tarian untuk dua orang. Kedua pasangan harus cukup peduli satu sama lain, dan wanita khususnya membutuhkan rasa kedekatan. Komunikasi yang buruk, perasaan dikhianati, kurangnya kepercayaan, argumen dan kritik yang berulang-ulang dapat menyebabkan kurangnya koneksi dan keintiman. Bagaimana mungkin duo menari atau berdansa dengan baik tanpa pola pikir dan kerja sama yang baik? Pembunuh 3: Kecanduan alkohol. Alkohol bukanlah jawabannya. Meskipun minum alkohol dapat mengurangi hambatan seseorang, alkohol juga dapat berdampak negatif pada performa dan hasrat seksual. Pasangan Anda tidak akan menikmati pertemuan dalam keadaan mabuk dan mungkin akan menutup saluran erotisnya. Jika alkohol menjadi “kecanduan”, maka alkohol akan menjadi lebih merusak dan perlu dihentikan. Pembunuh 4: Terlalu sedikit tidur. Seperti halnya perilaku lainnya, kinerja seksual lebih baik dalam kondisi yang nyaman dan santai. Kurang tidur atau tidur yang cukup berperan dalam hasrat seksual yang buruk. Beberapa orang mengalami sleep apnea, yang dapat menyebabkan kurang tidur dan kurangnya hasrat seksual, dan penting untuk mencari perawatan yang tepat dari dokter. Pembunuh 5: Memiliki anak. Menjadi orang tua berarti memikul pekerjaan penuh waktu dan dari waktu ke waktu menginginkan waktu yang jauh dari anak-anak Anda. Menemukan keintiman dan kenikmatan seksual yang tenang dan tidak terganggu membutuhkan beberapa pemikiran kreatif, seperti melakukan ‘kencan’ yang berharga saat anak Anda tidur, atau memiliki pengasuh anak. Pembunuh 6: Obat-obatan. Obat-obatan tertentu yang diresepkan dapat memiliki efek samping yang mengurangi hasrat seksual, seperti diuretik dan betablocker pada obat tekanan darah, antihistamin dan bahan anti-penyumbatan pada obat pilek dan flu, antidepresan, pil KB, obat penghilang rasa sakit anestesi, dan obat kemoterapi. Jika hal ini terjadi setelah minum obat, konsultasikan dengan dokter Anda untuk penyesuaian. Pembunuh 7: Persepsi diri yang buruk. Keseksian adalah persepsi diri sendiri, dan ketidakpercayaan diri banyak orang terhadap penampilan fisik mereka mempengaruhi dorongan dan keinginan seksual mereka. Puas dengan diri sendiri dan diri sendiri adalah yang terpenting dan, tentu saja, pasangan yang menyetujui Anda akan selalu meningkatkan rasa percaya diri. Pembunuh 8: Obesitas yang berlebihan. Obesitas mempengaruhi semakin banyak orang dan kelebihan berat badan dapat membatasi hasrat seksual melalui berkurangnya kenikmatan seksual, kinerja seksual yang buruk dan harga diri yang buruk. Bagaimana perasaan Anda tentang diri Anda sendiri dapat memengaruhi pengalaman kesejahteraan seksual Anda dalam jangka waktu yang lama. Perubahan lebih dari sekadar penurunan berat badan dan terkadang membutuhkan bantuan seorang profesional medis. Pembunuh 9: Disfungsi ereksi. Disfungsi ereksi (atau disingkat DE) tidak hanya memengaruhi kemampuan untuk melakukan hubungan intim, tetapi juga dapat melibatkan evaluasi pria tentang bagaimana perasaannya tentang seksualitasnya. Ada banyak pilihan yang tersedia untuk mengobati DE dan terbukti efektif secara klinis. Masuk akal untuk menghadapi dan menerima perawatan yang tepat jika diperlukan. Pembunuh 10: Menurunnya hormon. Seiring bertambahnya usia, testosteron secara bertahap menurun, tetapi belum tentu ada hubungan sebab akibat langsung antara penurunan kadar testosteron dan libido. Ini hanya merupakan faktor potensial dalam hal kehilangan libido dan dokter akan mencari faktor lain selain itu. Pembunuh 11: Depresi. Depresi dapat mempengaruhi semua aspek kehidupan, termasuk dorongan seksual. Kurangnya minat dalam hidup membutuhkan perawatan seperti konseling psikologis dan pengobatan. Namun, beberapa obat antidepresan juga dapat menurunkan libido dan penting untuk mendapatkan panduan dari dokter atau terapis Anda sebelum minum obat jika Anda sudah menunjukkan tanda-tanda libido rendah. Pembunuh nomor 12: Menopause. Menopause membawa perubahan fisik yang dapat mempengaruhi hubungan seksual, seperti kekeringan vagina dan hubungan seksual yang menyakitkan. Ada banyak cara untuk memperbaikinya, mulai dari penggunaan pelumas yang sederhana, obat-obatan, hingga dokter spesialis. Kita telah melihat begitu banyak faktor yang dapat berdampak negatif pada hubungan seks, tetapi yang lebih umum adalah hilangnya kedekatan antara pasangan seiring berjalannya waktu. Bercinta bukan hanya tentang hubungan seksual, keintiman juga penting untuk cinta secara keseluruhan. Jika Anda menemukan bahwa minat seksual memudar, mungkin inilah saatnya untuk menyuntikkan romantisme ke dalam hubungan. Meringkuk, membelai satu sama lain, dan menghabiskan waktu bersama adalah elemen-elemen yang dapat menghidupkan kembali percikan api, sekaligus menghilangkan ‘pembunuh’ yang disebutkan di atas.