Butiran ribavirin pediatrik adalah agen antivirus yang memerangi virus herpes syncytial pernapasan dan memiliki efek penghambatan selektif parsial terhadap virus ini. Mekanisme kerja antivirus ribavirin belum jelas, tetapi diduga mempengaruhi metabolisme asam nukleat virus. Dalam praktik klinis, ribavirin terutama digunakan untuk infeksi seperti pneumonia virus, bronkitis, dan herpes kulit yang disebabkan oleh infeksi virus syncytial pernapasan. Efek samping yang paling signifikan adalah anemia hemolitik. Kadang-kadang penurunan hemoglobin dapat terjadi dalam satu atau dua minggu pengobatan dan harus dihentikan segera setelah terjadi. Terlepas dari reaksi merugikan yang paling menonjol yaitu anemia hemolitik, ribavirin memiliki reaksi merugikan lainnya seperti reaksi gastrointestinal seperti mual, muntah dan ketidaknyamanan pada perut. Obat ini juga dapat menyebabkan reaksi merugikan neurologis seperti sakit kepala, lemas, dan perasaan lemah dan vertigo. Kesimpulannya, Ribavirin dapat digunakan pada anak-anak yang memiliki infeksi virus pada saluran pernapasan. Penting untuk memantau secara ketat reaksi yang merugikan selama penggunaan dan mencari bantuan medis jika terjadi reaksi yang merugikan.