Tidaklah tepat untuk mengatakan bahwa diameter biparietal yang kecil perlu ditangani berdasarkan kasus per kasus.
Diameter biparietal mengacu pada jarak antara tonjolan parietal di kedua sisi janin, dan juga merupakan diameter melintang terbesar dari kepala janin, yang dapat digunakan untuk menentukan ukuran janin. Bila ditemukan diameter biparietal yang kecil, dokter akan menentukan penyebab diameter biparietal yang kecil. Penyebab diameter biparietal kecil antara lain status gizi ibu hamil yang buruk, tekanan darah tinggi selama kehamilan, kelainan kromosom, kelainan perkembangan bawaan, dan sebagainya.
Jika masih dalam kisaran normal, tidak perlu intervensi khusus. Jika disebabkan oleh penyakit janin, rencana perawatan perlu dipilih sesuai dengan jenis penyakitnya. Jika disebabkan oleh kekurangan gizi ibu, maka perlu dilakukan penyesuaian struktur diet dan makan makanan yang lebih bergizi, seperti daging tanpa lemak, produk kedelai seperti susu kedelai dan tahu, serta ikan, daging sapi, susu dan telur.
Singkatnya, diameter biparietal kecil pada janin perlu diperiksa lebih lanjut untuk memperjelas penyebab spesifiknya, dan jika perlu, perlu secara aktif bekerja sama dengan perawatan dokter.