Apabila kanker esofagus sudah lanjut, penyakit ini dapat menyebabkan penderitaan yang tak terbayangkan bagi pasien. Sebagai orang yang dicintai, terserah Anda untuk memberinya perawatan dan pemeliharaan fisik dan psikologis yang tepat.
Dukungan psikologis
Pertama-tama, Anda harus membangun jiwa Anda sendiri dan mencoba untuk tidak mengekspos emosi negatif seperti kesedihan dan kecemasan kepada orang yang Anda cintai. Dia harus menderita kanker esofagus dan tidak bisa menelan makanan atau tidur nyenyak, jadi jangan biarkan dia mengkhawatirkan suasana hati Anda yang buruk sebagai gantinya.
Selain menyatukan diri Anda, Anda juga harus selalu mendorong orang yang Anda cintai untuk tetap positif dan mengatakan kepadanya, “Tidak apa-apa memiliki tumor, saya di sini untuk Anda. Saya siap bertarung denganmu untuk waktu yang lama, apakah kamu siap?”
Dukungan nutrisi
Pasien dengan kanker esofagus stadium lanjut sering kali mengalami kesulitan menelan yang semakin memburuk, jadi Anda harus memberikan perhatian khusus ketika menyiapkan makanan untuk orang yang Anda cintai, dengan fokus pada makanan cair atau semi-cair.
Untuk mengatasi gejala wasting, anemia, hipoproteinemia, dan gangguan elektrolit air yang sering dialami oleh pasien pada stadium lanjut, makanan harus menyediakan protein, elemen jejak, dan vitamin yang cukup. Anda dapat menambahkan sayuran cincang dan pasta daging ke dalam bubur; memasak sup ikan, sup daging dan sup ayam secara teratur; dan membuat makanan padat yang halus dan lembut, seperti terong dan tomat yang dipotong dadu dan digoreng menjadi pasta.
Hidup dan hidup
Sebagian pasien dengan penyakit stadium lanjut tidak mampu merawat diri mereka sendiri dan memerlukan perhatian lebih cermat terhadap kehidupan sehari-hari mereka. Misalnya, mengganti pakaian bersih dan peralatan makan tepat waktu. Untuk pasien yang pulih di rumah setelah operasi, jika terjadi komplikasi seperti fistula anastomotik, perawatan dan manajemen harus diperkuat untuk mencegah infeksi silang.
Kunjungan tindak lanjut secara teratur
Anda berada dalam posisi yang lebih baik daripada dokter untuk memahami kebutuhan nyata orang yang Anda cintai, jadi Anda harus menjadi jembatan antara pasien dan dokter. Anda perlu berkomunikasi secara teratur dengan dokter tentang perasaan, kekhawatiran, emosi, dan informasi lain dari pasien, sehingga penyedia layanan kesehatan dapat menyesuaikan rencana perawatan yang ‘dipersonalisasi’ yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasien.