Aborsi tanpa rasa sakit dapat berbahaya bagi tubuh, tetapi penting untuk mempertimbangkan pro dan kontranya. Jika seorang wanita memiliki komplikasi kehamilan yang serius, seperti penyakit jantung atau hepatitis, aborsi tanpa rasa sakit dapat dilakukan di fasilitas medis yang berkualifikasi untuk keselamatan nyawa wanita hamil. Perhatian yang cermat harus diberikan selama prosedur dan istirahat yang cukup serta obat anti infeksi harus diberikan setelahnya untuk meminimalkan kerusakan pada rahim dan mempercepat pemulihan. Dalam keadaan normal, seorang wanita dapat melakukan aborsi dalam waktu 42-60 hari setelah menopause dan diameter kantung kehamilan antara 1,5-3,5 cm. Sebelum melakukan aborsi tanpa rasa sakit, Anda harus menjalani tes persiapan yang mendetail seperti tes darah, golongan darah, fungsi hati, hepatitis B, sifilis, antibodi HIV, elektrokardiogram, USG kandungan, dan tes sabuk putih rutin.