Penyebab keringat di leher meliputi penyebab fisiologis dan penyakit. Penyebab penyakit termasuk hipertiroidisme, sindrom perimenopause, dan hipoglikemia. 1. Penyebab fisiologis: Keringat di leher dapat terjadi ketika suhu lingkungan tinggi. Keringat di leher juga dapat terjadi ketika pasien terlalu lelah dan stres secara emosional. 2. Penyebab penyakit: (1) Hipertiroidisme. Penyakit ini disebabkan oleh sekresi hormon tiroid yang berlebihan, metabolisme tubuh dapat menjadi hiperaktif berkeringat di leher, juga dapat disertai dengan mudah tersinggung, lekas marah dan sebagainya. (2) Sindrom perimenopause. Pasien wanita yang akan memasuki masa menstruasi, karena penurunan hormon tubuh, gangguan endokrin, dapat muncul gejala keringat di leher. (3) Gula darah rendah. Ketika gula darah tubuh tiba-tiba turun, gejala berkeringat di leher dapat terjadi, dan juga dapat disertai dengan kelemahan umum, kejang-kejang dan sebagainya. Jika penyebab fisiologis tidak dapat disingkirkan, disarankan untuk mencari pertolongan medis sesegera mungkin.