Kekurangan Qi dapat dinilai dari manifestasi klinis berupa kelemahan, kelesuan, keringat spontan (berkeringat tanpa disengaja di siang hari, diperparah dengan gerakan keringat sekecil apa pun) dan gejala lainnya.
Aktivitas organ dan jaringan manusia berkaitan erat dengan qi. Penyebab kekurangan qi termasuk generasi energi vital yang tidak mencukupi karena penyebab bawaan, terlalu banyak menipisnya energi vital karena penyakit yang berkepanjangan, serta terlalu banyak berolahraga secara umum, dan kegagalan organ di usia tua.
Manifestasi klinis utama adalah wajah putih, semangat yang buruk, kantuk, bicara pelo, pusing, kelelahan, berkeringat sendiri, dan gejala lainnya. Gejala berkeringat spontan dapat dengan mudah terjadi ketika kopling (pori-pori) longgar karena kekurangan Qi yang tidak mencukupi dan fungsi menjaga dunia luar tidak mencukupi. Jika kekurangan Qi membuat fungsi menjadi lemah, Yang jernih tidak akan naik (cahaya dan Qi Yang jernih tidak dapat naik), sehingga mudah timbul gejala seperti pusing, tidak berwarna, mengantuk, dan sebagainya.
Dianjurkan agar pasien dengan defisiensi Qi pergi ke rumah sakit tepat waktu dan mengikuti petunjuk dokter, jangan mendiagnosis diri sendiri dan menggunakan obat secara sembarangan, agar tidak menunda kondisinya.