Epidemi umumnya disebut sebagai mereka yang terinfeksi mahkota baru, dan gejala khasnya adalah rasa tidak enak badan, demam, batuk, mual, muntah, dan gejala seperti flu lainnya, sementara mahkota baru juga dapat menunjukkan tanda-tanda kerusakan saraf.
1. Respon pernapasan: Karena virus pneumonia mahkota baru mulai menyerang saluran pernapasan di awal, pasien sering mengalami respon pernapasan, seperti batuk, batuk berdahak, tidak enak badan, demam, dan sebagainya.
2. Reaksi gastrointestinal: Beberapa pasien dengan C. pneumoniae mungkin mengalami reaksi gastrointestinal seperti sakit perut, diare, mual dan muntah.
3. Kerusakan neurologis: Karena virus pneumonia mahkota baru dapat merusak sel-sel otak, pasien mungkin mengalami gejala kerusakan neurologis seperti kurangnya konsentrasi, kehilangan ingatan, kehilangan rasa dan penciuman, dll., tetapi kejadian ini jarang terjadi.
Jika pasien dengan gejala di atas muncul, mereka harus pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan tanpa penundaan, agar tidak menyebabkan penyebaran dan penundaan penyakit.
Tips: Istilah “pneumonia koroner baru dan pneumonia virus koroner baru” yang disebutkan dalam artikel ini telah diganti namanya menjadi “infeksi virus koroner baru” pada tanggal 26 Desember 2022, seperti yang diumumkan oleh Komisi Kesehatan Nasional.