Apa saja gejala awal kanker esofagus yang khas?

Kanker esofagus adalah salah satu kanker yang paling umum saat ini, dan juga merupakan salah satu kanker yang paling “tersembunyi”. Banyak pasien yang telah mencapai stadium menengah atau akhir ketika mereka menemukan kanker esofagus, yang menyebabkan keterbatasan dalam pengobatan, dan dengan demikian pasien kehilangan kesempatan untuk sembuh. Oleh karena itu, akan sangat membantu jika Anda mengetahui gejala awal kanker esofagus untuk mendeteksi dini kelainan dan melakukan pengobatan dini. 1. Rasa penuh dan nyeri ringan pada fossa, daerah subxiphoid atau perut bagian atas. Hal ini lebih jelas terlihat saat makan makanan kering, tetapi tidak terjadi setiap saat dan terputus-putus. Hal ini sering kali merupakan gejala awal kanker kardia. Gejala awal di atas biasanya berlangsung selama lebih dari 3 bulan, dan bila terjadi secara sering, terus-menerus, dan memburuk, gejala tersebut tidak lagi tergolong gejala awal. Sensasi benda asing saat menelan makanan. Saat menelan, makanan (terutama makanan kering dan keras) yang melewati area lesi (lesi sangat kecil) dapat menimbulkan sensasi benda asing, dan sering kali terpaku pada satu bagian, dan beberapa pasien menggambarkan sensasi tersebut sebagai sesuatu yang tidak dapat ditelan. Beberapa pasien menggambarkannya sebagai perasaan tidak bisa menelan, karena gejalanya ringan dan terjadi sesekali, maka mudah diabaikan oleh pasien. 3 . Distensi atau sedikit nyeri di belakang tulang dada. Gejala ini tidak terjadi terus menerus, tetapi terputus-putus atau memburuk setelah beraktivitas dan saat makan dengan cepat. Hal ini karena kerongkongan itu sendiri bersifat peristaltik setiap saat, dan gejalanya hanya muncul ketika gerakan peristaltik mencapai lokasi lesi. 4. Perasaan sesak atau sesak di dada, sering disertai dengan rasa kering di tenggorokan. Pasien mengeluh bahwa selalu ada fenomena pengap di bagian depan dada, yang tampaknya terhalang oleh suatu benda, membuat dada terasa sesak, yang terutama terlihat jelas saat menelan makanan, tetapi tidak mempengaruhi kehidupan dan pekerjaan normal. 5 . Menelan stagnasi atau perasaan staccato. Menelan stagnasi atau frustrasi, yaitu pasien menelan makanan tampaknya mengalami stagnasi sesaat di bagian tertentu dari frustrasi perasaan, situasi ini juga tidak berkelanjutan, hanya dalam perkembangan lesi yang secara bertahap terlihat jelas.