Nyeri epididimis biasanya terjadi akibat epididimitis, kista epididimis, trauma, dll. Nyeri ini dapat ditangani dengan memilih pengobatan dan pembedahan tergantung pada penyebabnya. Obat-obatan yang dapat digunakan antara lain lidokain 0,5%, ceftazidime, eritromisin, asetaminofen, ibuprofen, dan sebagainya.
1. Epididimitis: pembengkakan dan nyeri pada skrotum dapat terjadi, dan rasa sakitnya semakin parah saat berdiri. Epididimitis akut membutuhkan istirahat di tempat tidur, dan skrotum akan diangkat, dan lidokain 0,5% dapat digunakan untuk melakukan penutupan korda spermatika untuk mengurangi rasa sakit. Epididimitis kronis dapat didukung dengan menahan skrotum, dan kompres panas lokal serta rendaman air panas dapat membantu meringankan gejala.
Namun, perlu diperhatikan untuk memastikan suhu yang tepat untuk mencegah luka bakar. Pasien juga dapat mengonsumsi ceftazidime, eritromisin, ofloksasin, dan obat lain untuk melawan peradangan dan meredakan nyeri.
2. Kista epididimis: Jika kista berukuran besar, dapat menyebabkan pembengkakan dan nyeri skrotum. Pembedahan biasanya diperlukan untuk mengangkat kista untuk menghilangkan rasa sakit dan ketidaknyamanan lainnya.
3. Trauma: Ketika area skrotum terkena benturan dari luar, maka dapat menyebabkan rasa sakit. Obat antiinflamasi nonsteroid dapat digunakan untuk meredakan nyeri, obat yang biasa digunakan adalah acetaminophen, ibuprofen, dan sebagainya.
Jika rasa sakit pada epididimis tidak dapat dihilangkan dalam waktu singkat, disarankan untuk pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan profesional setelah mengklarifikasi penyebab penyakit, dan obat harus diterapkan di bawah bimbingan dokter.