Pencegahan dan pengobatan abses miokard

Abses miokard adalah salah satu gejala klinis utama kardiomiopati dilatasi (kardiomiopati dilatasi (DDM)), sekelompok lesi yang menyebabkan disfungsi jantung yang progresif akibat perubahan struktural pada bagian bawah bilik jantung (misalnya ventrikel) dan gangguan fungsi dinding miokard. Manifestasi klinisnya meliputi pembesaran jantung, aritmia, emboli dan gagal jantung. Penyebabnya umumnya terkait dengan infeksi virus, reaksi autoimun, genetika, toksisitas obat dan kelainan metabolisme. (Menurut patologinya, dapat dibagi menjadi kardiomiopati dilatasi, kardiomiopati hipertrofi, dan kardiomiopati restriktif, dll.). Pencegahan dan pengobatan abses miokard: 1, pengobatan umum: istirahat, gunakan obat penenang jika perlu, diet rendah garam pada gagal jantung; 2, pencegahan dan pengobatan aritmia dan insufisiensi jantung; 3, pengobatan antikoagulan untuk mereka yang memiliki riwayat emboli; 4, thoracentesis dan aspirasi untuk mereka yang memiliki efusi pleura dalam jumlah besar; 5, bedah jantung buatan atau transplantasi jantung dapat dipertimbangkan pada pasien yang parah, dan CRT dapat dilakukan; 6, pengobatan simtomatik dan suportif.