Metode 1: Memilih usia yang tepat untuk melahirkan Ketika Anda terlalu tua, jalan lahir dan sendi-sendi perineum dan panggul menjadi mengeras dan kecil kemungkinannya untuk melebar, dan kontraksi rahim serta peregangan vagina menjadi lebih buruk, sehingga proses persalinan menjadi lebih lama dan persalinan yang terhambat lebih mungkin terjadi. Usia terbaik bagi wanita untuk melahirkan adalah sekitar 25 hingga 29 tahun, dan wanita dalam kelompok usia ini lebih mungkin untuk melahirkan secara normal. Kelahiran pada usia 35 tahun sudah merupakan usia lanjut bagi ibu yang baru pertama kali melahirkan. Metode 2: Nutrisi yang tepat dan kontrol berat badan selama kehamilan Bayi dengan berat lebih dari 4.000 gram (secara medis dikenal sebagai bayi raksasa) akan sangat meningkatkan kemungkinan ibu mengalami persalinan macet. Jika dokter memperkirakan berat bayi lebih dari 4.000 gram saat pemeriksaan antenatal, ibu biasanya disarankan untuk melahirkan melalui operasi caesar. Untuk mengontrol berat badan bayi yang baru lahir, ibu hamil harus berpartisipasi dalam kegiatan yang sesuai selama kehamilan dan tidak duduk atau berbaring sepanjang hari. Metode 3: Senam selama kehamilan Senam selama kehamilan tidak hanya baik untuk mengontrol berat badan selama kehamilan, tetapi juga baik untuk kelancaran persalinan, karena: latihan senam dapat meningkatkan kekencangan dan elastisitas otot perut, otot punggung pinggang, dan otot dasar panggul, membuat sendi dan ligamen menjadi kendur dan lembut, sehingga membantu otot-otot menjadi rileks saat persalinan dan mengurangi hambatan pada jalan lahir, sehingga janin dapat melewati jalan lahir lebih cepat. Senam kehamilan dapat meringankan kelelahan dan stres calon ibu serta meningkatkan kepercayaan diri untuk melahirkan secara alami. Metode 4: Pemeriksaan antenatal secara teratur Pemeriksaan antenatal umumnya diperlukan 9-13 kali selama kehamilan. Pemeriksaan awal biasanya dilakukan pada bulan ke-4 kehamilan, setiap bulan selama bulan ke-4 hingga ke-7 kehamilan, dua minggu sekali selama bulan ke-8 hingga ke-9 kehamilan, dan setiap minggu selama bulan terakhir; jika terdapat kelainan, Anda harus melakukan pemeriksaan sesuai dengan tanggal yang telah disepakati oleh dokter Anda untuk kunjungan tindak lanjut. Metode 5: Koreksi Posisi Janin Posisi janin mengacu pada posisi janin di dalam rahim dalam kaitannya dengan panggul. Posisi janin yang normal adalah posisi di mana kepala janin membungkuk ke bawah dan tulang oksipital berada di depan, dan kepala adalah yang pertama kali masuk ke panggul selama persalinan, yang disebut “kepala lebih dulu”. Selain itu, posisi janin tidak benar, termasuk posisi sungsang, posisi melintang, dan paparan pertama majemuk, dll. Metode 6: Temukan dokter keluarga selama kehamilan Temukan dokter keluarga selama kehamilan. Banyak calon ibu yang takut akan kehamilan, karena ketidaktahuan mereka tentang tubuh mereka, ketidakpercayaan mereka terhadap dokter saat ini, dan lingkungan medis yang penuh sesak.