Jenis endometrium seperti apa yang cocok untuk implantasi embrio?

Endometrium normal terbagi menjadi lapisan fungsional, yang tumbuh dan luruh setiap bulan untuk membentuk menstruasi, dan lapisan basal, yang tidak luruh. Satu sel membelah menjadi dua, yang satu tetap menjadi sel lapisan basal, sedangkan yang lainnya menjadi sel lapisan fungsional. Endometrium mengalami perubahan siklus sebagai respons terhadap siklus hormonal dari siklus menstruasi, termasuk tiga fase: fase proliferasi, fase sekresi, dan fase menstruasi. Endometrium, sebagai tempat embrio dibuahi, merupakan faktor penting dalam hasil kehamilan. Di sini kita akan melihat seperti apa endometrium dari sudut pandang pencitraan USG dan jenis endometrium yang cocok untuk implantasi embrio. Ketebalan endometrium sebelum ovulasi biasanya 8-13mm, dengan 6-8mm berada di sisi yang tipis dan 13-15mm di sisi yang tebal. Pola endometrium sebelum ovulasi biasanya adalah tipe A, yaitu tiga garis yang terlihat pada USG, yang dikenal sebagai ‘tanda tiga garis’. Jika terdapat ekogenisitas yang kuat, hiperplasia endometrium atau polip tidak dapat dikesampingkan dan harus ditinjau kembali setelah menstruasi. Jika bukan tipe A dan tiga garis mulai menjadi kabur, maka disebut tipe B, yang merupakan pola endometrium pasca-ovulasi. Ada juga tipe endometrium yang disebut tipe C, di mana endometriumnya sangat ekogenik dan berlumpur, sehingga tidak cocok untuk implantasi embrio. Sekarang Anda telah mengetahui bahwa endometrium tidak hanya harus memiliki ketebalan yang tepat tetapi juga memiliki bentuk yang indah, sehingga menjadi tempat yang subur bagi benih untuk berkecambah.