Floating bunion sebagian besar disebabkan secara kebetulan, yang mungkin terkait dengan kondisi kesehatan ibu selama kehamilan atau rangsangan lingkungan eksternal seperti formalin. Saya telah melihat banyak bayi dengan bunion mengambang, tetapi saya belum menemukan kasus di mana orang tua memiliki bunion mengambang dan bayinya juga memiliki bunion mengambang. Oleh karena itu, kami masih perlu mengkonfirmasi lebih lanjut apakah bunion mengambang memiliki beberapa kemungkinan turun-temurun, tetapi sejauh yang kami lihat, bunion mengambang tidak ada hubungannya dengan faktor keturunan. Ciri yang paling khas dari bunion adalah tidak adanya tulang metakarpal atau hanya sisa-sisa tulang metakarpal, yang membuatnya tampak seperti mengambang tanpa dukungan tulang, sehingga semakin sulit untuk berfungsi. Oleh karena itu, langkah pertama dalam menangani bunion adalah membangun kembali tulang metakarpal untuk mempertahankan kelima jari bayi. Ada dua cara untuk membangun kembali tulang metakarpal pada bunion mengambang, yaitu rekonstruksi tulang metatarsal dan rekonstruksi cangkok tulang hallux valgus. Rekonstruksi metatarsal melibatkan pengangkatan sebagian tulang metatarsal dari kaki untuk membangun kembali tulang metakarpal pertama, yang memiliki risiko resorpsi dan nekrosis tulang. Selain itu, karena kaki merupakan area penahan beban untuk jangka waktu yang lama, maka pengangkatan sebagian tulang metatarsal akan berdampak pada tulang metakarpal, yang menjadi perhatian bagi sebagian orang tua. Operasi rekonstruksi metatarsal tidak boleh dilakukan pada usia yang terlalu muda, karena bayi biasanya sudah terlalu tua untuk membentuk fungsi ibu jari dan telah dipaksa untuk mengembangkan kebiasaan mencubit, yang tidak selancar ketika mereka masih kecil. Pencangkokan tulang semi-metakarpal adalah teknik untuk merekonstruksi tulang metakarpal pertama dari tulang metakarpal kedua pada tangan yang terkena, yang memiliki risiko resorpsi tulang dan nekrosis yang jauh lebih rendah daripada tulang metatarsal. Selain itu, seluruh prosedur dilakukan pada tangan saja, tanpa menyentuh bagian tubuh lainnya. Selain itu, teknik ini dapat dilakukan saat bayi berusia sekitar 6 bulan hingga 1 tahun, yang merupakan tahap ketika fungsi ibu jari bayi sudah terbentuk, sehingga latihan fungsional pasca operasi akan relatif lancar, yang lebih bermanfaat bagi perkembangan fisik dan mental bayi.