Apa penyebab kanker tiroid?

Perkembangan keganasan adalah proses jangka panjang, kompleks, multifaktorial dan multi-langkah. Pada sebagian besar kasus, tidak ada faktor tunggal yang menyebabkan tumor. Seperti kebanyakan kanker lainnya, penyebab pasti kanker tiroid masih menjadi misteri.

Saat ini, kita hanya bisa memastikan bahwa radiasi pengion dan faktor genetik berperan dalam perkembangan sebagian kecil pasien. Ada juga faktor-faktor seperti asupan yodium yang tinggi atau rendah, kadar estrogen yang tinggi, gangguan tiroid, diet tinggi lemak, dan suasana hati yang mungkin menjadi faktor risiko untuk kanker tiroid, tetapi buktinya belum cukup.

Radiasi pengion

Radiasi pengion dapat berasal dari perawatan medis, seperti pencitraan diagnostik, kedokteran nuklir dan onkologi radiasi, dan dari insiden keselamatan, seperti kebocoran nuklir.

Kelenjar tiroid pada anak-anak sangat sensitif terhadap radiasi pengion, dan semakin muda usia mereka, semakin rentan mereka.

Bacaan terkait.

Dapatkah “radiasi” menyebabkan kanker tiroid?

Faktor genetik

Beberapa orang dengan kanker tiroid membawa beberapa gen abnormal, tetapi sebagian besar tidak mewarisinya. Beberapa kanker tiroid diturunkan, seperti karsinoma tiroid nonmeduler familial (FNMTC) dan karsinoma tiroid meduler herediter (FMTC), yang merupakan dua jenis kanker tiroid yang diturunkan. Jika salah satu orang tua mengidap penyakit ini, ada kemungkinan 50% bahwa anak akan mewarisi ‘gen buruk’ dan mengembangkan penyakit tersebut.

Bacaan terkait.

Kanker tiroid manakah yang diwariskan?

Faktor perempuan

Estrogen dan progesteron wanita terlibat dalam perkembangan dan perkembangan penyakit tiroid. Beberapa ahli percaya bahwa estrogen itu sendiri dapat menyebabkan kanker. Terdapat reseptor estrogen dalam jaringan kanker tiroid, dan pengikatan dengan estrogen dapat menyebabkan kanker tiroid. Estrogen mungkin merupakan faktor penting yang berkontribusi terhadap kanker tiroid pada wanita. Semakin tinggi tingkat estrogen dalam tubuh, semakin tinggi kejadian kanker tiroid. Wanita berusia 20 hingga 45 tahun memiliki kadar estrogen yang tinggi, dan wanita berusia sekitar 40 tahun adalah kelompok yang paling mungkin terkena kanker tiroid.

Jadi, apakah kosmetik yang biasa digunakan oleh wanita terkait dengan kanker tiroid?

Tidak ada uji klinis untuk mengkonfirmasi bahwa ada hubungan yang pasti antara kanker tiroid dan penggunaan kosmetik. Namun demikian, dokter menyarankan agar kosmetik digunakan secukupnya, dan kosmetik yang mengandung estrogen harus digunakan secukupnya. Selain estrogen, banyak kosmetik mengandung zat beracun seperti asam ftalat, merkuri, timbal, asam salisilat, pengawet, dan wewangian buatan, beberapa di antaranya dapat menyebabkan kanker.

Gangguan sekresi tiroid

Tirotropin (hormon perangsang tiroid (TSH)), yang disekresikan oleh kelenjar hipofisis, bertanggung jawab untuk mengatur proliferasi sel tiroid dan sekresi hormon. Jika kadar hormon tiroid (T3, T4) berkurang, sekresi TSH meningkat.

Telah disarankan bahwa peningkatan kadar hormon tiroid dan TSH dapat dikaitkan dengan perkembangan kanker tiroid. Namun, hubungan ini saat ini belum jelas dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi hal ini.

Bacaan terkait.

“Apakah ‘gangguan endokrin’ terkait dengan kanker tiroid?

Ditulis bersama oleh Dr Hu Jiaqian, Rumah Sakit Kanker, Universitas Fudan Dr Yang Shuwen, Dr Guo Kai