Perbedaan antara ankilosis kortikal desendens dan ankilosis serebral desendens terutama terletak pada lokasi lesi, tanda-tanda khas dan manifestasi klinis. 1. Lokasi lesi: Ankilosis dekortikotonik adalah kerusakan pada korteks serebral, sedangkan ankilosis diensefalik adalah kerusakan pada otak tengah. 2. Tanda-tanda khas: Ankilosis dekortikotik sering bermanifestasi sebagai fleksi bahu tungkai atas, pergelangan tangan dan jari-jari, pelurusan tungkai bawah dan fleksi kaki, sering disertai dengan tanda-tanda patologis; ankilosis diencikotik sering bermanifestasi sebagai memiringkan leher ke belakang, meluruskan tungkai, dan ketegangan otot sehingga tidak dapat menghentikan gerakan. 3. Manifestasi klinis: ankilosis dekortik sering dimanifestasikan sebagai kemampuan untuk membuka dan menutup mata, refleks cahaya dan refleks kornea ada, tetapi rangsangan eksternal tidak efektif, tidak dapat mengontrol ucapan dan gerakan; ankilosis dekortik biasanya dimanifestasikan sebagai koma, dan disertai dengan pernapasan yang tidak teratur, kedutan otot, dan gejala lainnya. Penting untuk dicatat bahwa distosia dan distosia dapat berubah menjadi satu sama lain. Ketika gejala muncul, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter tepat waktu untuk mengetahui penyebab penyakit dan mengobatinya secara aktif.