Selain menerima pengobatan, pola makan sehari-hari pasien kanker esofagus juga sangat penting. Seperti kata pepatah, “Sebuah apel sehari menjauhkan dokter. Oleh karena itu, pasien dengan kanker esofagus harus mengonsumsi lebih banyak buah-buahan untuk melengkapi nutrisinya. Jadi, buah apa yang cocok untuk pasien kanker esofagus? Buah-buahan yang cocok untuk pasien kanker esofagus 1. Apel kaya akan serat makanan. Asam galakturonat yang terkandung dalam apel memiliki efek yang sangat baik untuk detoksifikasi. Ini juga merupakan bagian penting dari diet kanker kerongkongan. Selain itu, pektin yang terkandung dalam apel juga mencegah pembusukan makanan di dalam usus. Penelitian telah menemukan bahwa buah kiwi mengandung 150mg vitamin C per 100g buah, dengan kandungan vitamin C tertinggi dari semua buah. Buah kiwi dapat berperan dalam memperpanjang kelangsungan hidup pasien kanker dengan melindungi penghalang antar sel dan menghilangkan zat karsinogenik yang tertelan. Ceri memiliki efek detoksifikasi yang cukup besar pada ginjal dan ideal untuk obat pencahar. 4 . Anggur Resveratrol yang terkandung dalam anggur dapat mencegah sel normal menjadi kanker dan dapat menghambat penyebaran sel ganas. Menurut pengobatan Tiongkok, anggur bermanfaat untuk Qi dan darah, meredakan iritasi dan rasa haus, serta memperkuat perut dan fungsi diuretik. Anggur meningkatkan produksi lendir di usus. Ini membantu hati, usus, perut dan ginjal untuk membuang limbah dari tubuh. 5. Stroberi Stroberi juga merupakan pilihan yang baik untuk pasien dengan kanker kerongkongan. Stroberi rendah kalori, kaya vitamin C, dan merupakan buah terbaik untuk detoksifikasi. Selain itu, stroberi dapat digunakan untuk membersihkan saluran pencernaan. Dan untuk memperkuat hati. Para ahli memperingatkan bahwa stroberi tidak cocok untuk pasien kanker esofagus yang alergi terhadap aspirin dan memiliki fungsi pencernaan yang buruk. Faktanya, apel, anggur, dan stroberi adalah buah-buahan yang lebih umum ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Pasien dapat mengonsumsi lebih banyak buah-buahan ini, namun, mereka juga harus dikonsumsi dalam jumlah sedang dan tidak berlebihan. Selain itu, pasien perlu memperhatikan aspek-aspek diet berikut ini: 1. Pasien dengan kanker esofagus harus memperhatikan pengaturan pola makan untuk menghindari perburukan penyakit akibat pola makan yang tidak tepat. Makanan pedas, amis dan makanan yang mengiritasi sebaiknya tidak dimakan. Karena makanan tersebut akan menyebabkan kejang pada kerongkongan dan membuat pasien tidak nyaman. Bagi pasien kanker kerongkongan yang tidak bisa makan sama sekali, harus diberikan asupan nutrisi tinggi melalui infus untuk menjaga kebutuhan tubuh pasien. 2. Diet pasien kanker kerongkongan harus terutama hangat dan lembab, sementara makanan cair dingin, mie dingin, susu, sup telur dan sebagainya, yang telah ditempatkan untuk waktu yang lama, harus dihindari. Karena bagian kerongkongan yang sempit jelas dirangsang oleh makanan dingin, maka akan dengan mudah menyebabkan kejang pada kerongkongan, mual dan muntah, nyeri dan bengkak serta mati rasa.