Gaya berjalan cerebral palsy mengacu pada gaya berjalan khas pasien cerebral palsy yang disebabkan oleh disfungsi motorik. Ini terutama diklasifikasikan menjadi cerebral palsy spastik, cerebral palsy tertunda, cerebral palsy ataksia, dan cerebral palsy bradikinesia. 1. Cerebral palsy spastik: pasien dengan cerebral palsy spastik memiliki gaya berjalan menggunting karena tonus otot yang meningkat. Saat berjalan, kedua sendi lutut cenderung miring ke dalam, yang bahkan dapat menyebabkan cedera. 2. Cerebral palsy retardasi: Cerebral palsy retardasi akan mengalami penurunan tonus otot yang signifikan, disertai dengan kelemahan otot, sehingga lutut akan menjadi lemah dan goyah saat berjalan. 3. Cerebral palsy ataksik: Pasien dengan cerebral palsy ataksik cenderung tidak stabil saat berjalan, dengan dasar langkah yang lebar (kaki dipisahkan oleh jarak yang jauh antara sisi kiri dan kanan) dan terhuyung-huyung. 4. Cerebral palsy diplegi: Anak-anak dengan cerebral palsy diplegi mungkin memiliki gerakan lengan dan tungkai yang tidak disengaja, yang sulit dikendalikan, sehingga mereka cenderung berjalan dengan gaya berjalan yang tidak normal, dan persendian tungkai bawah tidak terkoordinasi secara bilateral. Setelah diagnosis cerebral palsy dikonfirmasi, biasanya perlu dilakukan perbaikan gaya berjalan melalui pelatihan integrasi sensorik dan pelatihan motorik, untuk meningkatkan mobilitas pasien semaksimal mungkin, meningkatkan kemampuan merawat diri sendiri, mencegah munculnya gejala sisa, dan meningkatkan kualitas hidup pasien.