Apa yang terjadi setelah perawatan kemoterapi untuk kanker ovarium?

Perubahan setelah satu kali pengobatan kemoterapi untuk kanker ovarium dapat mencakup kerontokan rambut, gejala sistem pencernaan, gejala sistem saraf, reaksi mielosupresif, dan sebagainya. 1. Rambut rontok: sel kulit kepala bereproduksi dengan cepat dan mudah rusak oleh obat kemoterapi. Paclitaxel, obat kemoterapi yang umum digunakan untuk kemoterapi kanker ovarium, memiliki efek samping utama berupa kerontokan rambut. Namun, gejala ini akan membaik setelah kemoterapi dihentikan, jadi tidak perlu khawatir. 2. Gejala sistem pencernaan: gejala sistem pencernaan adalah gejala yang paling penting, termasuk mual, muntah, dan sebagainya. 3. Gejala neurologis: kemoterapi dapat menyebabkan neuritis perifer dan gejala klinis lainnya seperti nyeri umum, mati rasa di ujung tangan dan kaki, kelelahan, kelemahan, dan kelainan sensorik. 4. Reaksi mielosupresif: sebagian besar pasien akan mengalami penurunan indikator darah seperti sel darah putih, sel darah merah, hemoglobin, granulosit, dan sebagainya. Demam, perdarahan dan manifestasi klinis lainnya akan terjadi. Beberapa pasien juga akan mengalami kerusakan fungsi hati dan ginjal serta perubahan lainnya. Harap ikuti petunjuk dokter dengan ketat, jangan melakukan pengobatan sendiri.