Pasokan darah yang tidak mencukupi ke otak dapat menyebabkan pusing, pusing, kepala terasa ringan, kelemahan anggota badan, kehilangan memori, tinnitus dan gejala lainnya, yang memerlukan perawatan medis tepat waktu. Ketidakcukupan suplai darah ke otak umumnya ditemukan pada pasien dengan hiperlipidemia, hipertensi, diabetes, arteriosklerosis otak dan merokok jangka panjang. Karena kekentalan darah, penebalan dinding pembuluh darah dan penyempitan lumen pembuluh darah, aliran darah melambat, sehingga suplai darah ke otak menjadi terbatas, yang mengarah ke gejala-gejala disfungsi otak, seperti pusing, kepala terasa ringan, pening, kelemahan anggota badan, kehilangan ingatan, dan tinitus. Jika suplai darah ke otak tidak mencukupi, disarankan untuk segera pergi ke rumah sakit untuk konsultasi dan perawatan di bawah bimbingan dokter, berhenti merokok dalam kehidupan sehari-hari, mengontrol faktor risiko terkait dan menjalani pemeriksaan rutin.