Apa perbedaan antara presentasi gagal napas tipe I dan tipe II?

Perbedaan antara gagal napas Tipe I dan Tipe II terutama terletak pada perbedaan kinerja gas darah arteri. 1. Gagal Napas Tipe I: adalah tekanan parsial karbon dioksida berkurang atau normal, tetapi tekanan parsial oksigen darah arteri kurang dari 60 mmHg. Pasien dengan penyakit paru-paru interstisial yang parah, penyakit paru-paru menular, emboli paru akut, dan penyakit disfungsi ventilasi paru-paru lainnya rentan terhadap gagal napas tipe I. 2. Gagal napas tipe 2: Selain tekanan parsial arteri oksigen kurang dari 60 mmHg, ada juga tekanan parsial arteri karbon dioksida lebih besar dari 50 mmHg. Gagal napas tipe II terjadi ketika ventilasi alveolar tubuh tidak mencukupi, sehingga kemungkinan terjadinya gagal napas tipe II pada pasien PPOK jauh lebih tinggi daripada pasien dengan penyakit paru lainnya. Terjadinya gagal napas adalah hal yang relatif berbahaya, jika Anda tidak bisa mendapatkan pengobatan yang efektif setelah terjadinya gagal napas, kemungkinan besar akan menyebabkan gangguan fisiologis tubuh, serius mengancam jiwa. Dianjurkan untuk pergi ke rumah sakit pada saat ada manifestasi penyakit paru-paru, untuk menghindari penundaan pengobatan kondisi tersebut.