Apakah debu yang terhirup dapat dikeluarkan atau tidak, tergantung pada fungsi kekebalan normal paru-paru tubuh dan jumlah debu yang terhirup. Jika jumlah debu yang terhirup sedikit dan paru-paru tubuh berfungsi normal, debu yang terhirup dapat terus menerus dikeluarkan dari tubuh melalui respons kekebalan tubuh, seperti adanya peningkatan lendir dan pergerakan silia pada dinding paru-paru dan bronkus. Jika jumlah debu yang terhirup tinggi, paparannya berkepanjangan dan fungsi paru-paru buruk, maka dapat dengan mudah menyebabkan pneumokoniosis. Ini terjadi ketika terdapat akumulasi debu yang berlebihan di dalam paru-paru, yang menyebabkan berbagai tingkat fibrosis, pengapuran, dan bahkan kombinasi infeksi dengan patogen lain, seperti bakteri pneumonia dan tuberkulosis.