Antitoksin tetanus bukanlah vaksin, tetapi agen biologis, yang terutama digunakan untuk pencegahan dan pengobatan tetanus. Antitoksin tetanus adalah sejenis kekebalan pasif yang terbuat dari toksoid tetanus. Setelah injeksi antitoksin tetanus, tubuh manusia dapat dengan cepat mendapatkan antibodi anti tetanus, yang memiliki kemampuan untuk mengeluarkan racun tetanus dari dalam tubuh. Antitoksin tetanus adalah serum yang mengandung antibodi, yang dapat menyebabkan reaksi alergi setelah penyuntikan, sehingga diperlukan tes kulit sebelum penyuntikan untuk menghindari alergi. Reaksi yang merugikan dari antitoksin tetanus terutama meliputi reaksi alergi, seperti gatal-gatal pada kulit, urtikaria, pembengkakan lokal, eritema di tempat suntikan, bintil-bintil keras, edema dan gejala lainnya, dan pada kasus yang parah dapat menyebabkan syok anafilaksis. Kontraindikasi terhadap antitoksin tetanus terutama mencakup tes alergi positif, dilarang bila ada perubahan sifat obat. Tindakan pencegahan antitoksin tetanus terutama mencakup perlunya melakukan tes kulit alergi sebelum injeksi; injeksi antitoksin tetanus perlu dicatat secara rinci; peralatan injeksi dan tempat injeksi harus didesinfeksi secara ketat; perlu melakukan tes alergi sebelum injeksi dan sebagainya. Antitoksin tetanus harus disuntikkan sesuai dengan petunjuk dokter, dan tidak boleh digunakan secara sembarangan, agar tidak menimbulkan reaksi yang merugikan.