Makanan yang dibakar menghasilkan beberapa zat berbahaya seperti amina polisiklik, yang dapat menyebabkan kerusakan pada organisme setelah konsumsi jangka panjang dan umumnya tidak direkomendasikan untuk konsumsi lebih lanjut.
Nutrisi seperti protein atau lemak dalam makanan dapat menghasilkan bahan kimia berbahaya (misalnya amina polisiklik, hidrokarbon aromatik polisiklik) saat dibakar; konsumsi makanan yang dibakar dalam jangka pendek dapat menyebabkan kerusakan metabolisme pada hati dan ginjal, dan konsumsi dalam jangka panjang bahkan dapat meningkatkan risiko kanker (misalnya kanker pankreas).
Oleh karena itu, kita harus menghindari makan makanan yang dibakar dalam makanan sehari-hari, dan memperhatikan lebih banyak pembalikan saat memasak, sehingga waktu kontak antara daging dan suhu tinggi akan menjadi lebih sedikit, dan panas akan lebih merata, yang akan mengurangi kemungkinan makanan yang dibakar dan juga mengurangi generasi karsinogen; Selain itu, jika ada reaksi yang merugikan seperti mual, muntah, atau sakit perut setelah makan makanan yang dibakar, disarankan untuk mencari pertolongan medis untuk menghindari penundaan perawatan medis.