Neurosis adalah gangguan neurologis di mana pikiran mudah bergairah dan otak mudah lelah, sering kali disertai dengan kekhawatiran emosional dan beberapa gejala psikofisiologis. Ini lebih sering berkembang pada orang dewasa muda dan lebih sering terjadi pada pekerja otak, seperti mahasiswa klinis, guru, pengemudi, dokter, penulis, dll. Kerja mental yang terus-menerus, kurang tidur, pengerahan tenaga yang berkepanjangan atau stimulasi mental, seperti perselisihan keluarga, frustrasi romantis, kegagalan karier atau ketegangan interpersonal dapat dengan mudah menyebabkan neurasthenia. Manifestasi klinis neurasthenia adalah kompleks, tetapi manifestasi utama biasanya dianggap mudah gembira dan iritasi; otak mudah lelah, seperti membaca dan belajar dalam waktu yang lama, kemudian merasa bengkak dan pusing; konsentrasi yang buruk; sakit kepala dan lokasi yang tidak beraturan; gangguan tidur, sebagian besar kesulitan untuk tertidur, bangun lebih awal, atau tidak mudah untuk tidur kembali setelah bangun tidur, dan banyak mimpi buruk; gangguan fungsi saraf tumbuhan, termasuk takikardia, berkeringat, anoreksia, konstipasi, diare, menstruasi, dan gangguan fungsi saraf lainnya. Konsep hipokondriakal sekunder, yang dapat dirangkum ke dalam enam kategori utama: (1) Kurangnya kekuatan otak dan kelesuan mental: pasien sering merasa energi rendah, depresi, ketidakmampuan untuk menggunakan otak mereka, atau otak lesu, ketidakmampuan untuk berkonsentrasi, kehilangan ingatan, dan berkurangnya efisiensi kerja. (2) Sensitivitas terhadap rangsangan internal dan eksternal: (1) tidak ada lesi organik; (2) semakin pasien memperhatikan area atau gejala tertentu, semakin jelas rasa sakitnya; jika perhatian pasien dialihkan, rasa sakitnya berkurang secara signifikan atau bahkan dihilangkan; (3) distribusi area yang menyakitkan tidak selalu sesuai dengan area anatomi, dan lokasinya tidak tetap atau dapat berubah; (4) deskripsi pasien tentang gejalanya banyak dan bervariasi, sehingga sulit untuk memahami apa yang salah. (3) Perubahan suasana hati dan mudah tersinggung (3) Perubahan suasana hati, mudah tersinggung dan kurang sabar: (1) mudah tersinggung dan khawatir; (2) mudah tersinggung dan marah. (4) Nyeri tegang: biasanya disebabkan oleh ketegangan, dengan sakit kepala tegang yang paling umum. Pasien merasakan kepala terasa berat, kepala bengkak, tekanan yang ketat di kepala, atau kekakuan di leher, dan dalam beberapa kasus, nyeri otot di punggung bawah dan ekstremitas. Derajat nyeri ini tidak secara signifikan terkait dengan pengerahan tenaga dan tidak dapat dihilangkan bahkan dengan istirahat. Manifestasi nyeri juga sering kali kompleks, dan dapat bermanifestasi sebagai nyeri konstan, atau nyeri intermiten, atau dalam beberapa kasus sebagai nyeri tumpul atau menusuk. Secara keseluruhan, nyeri tegang bermanifestasi pada berbagai macam pasien neurotik, tetapi terkait erat dengan ketegangan emosional. (5) Insomnia dan mimpi: Pasien dengan neurasthenia sering mengeluh “tidak bisa tidur”, biasanya: sebelum tidur, mereka tampak mengantuk, setelah tidur, pikiran mereka tidak tenang, pikiran mereka aktif, dan mereka tidak bisa tidur. Pasien mungkin mencoba berbagai metode untuk menenangkan dirinya sendiri atau melakukan tes relaksasi lainnya, tetapi seringkali tidak efektif. Pada saat ini, pasien sangat sensitif terhadap semua jenis rangsangan suara dan cahaya di sekitarnya. Detak jam, suara klakson mobil, suara langkah kaki, dengkuran orang lain, suara lampu luar ruangan dan musik, dll., semuanya menjadi alasan untuk insomnia-nya. Namun, bahkan di lingkungan yang sangat tenang, pasien mungkin memiliki “alasan” untuk insomnia, seperti detak jantungnya sendiri, yang bisa sangat mengganggu sehingga dia tidak bisa tertidur, sehingga dia bisa tertidur selama beberapa jam, dan segera tiba saatnya untuk bangun lagi saat fajar. (6) Gangguan psikofisiologis: Pada beberapa pasien dengan neurasthenia, keluhan utama (gejala pasien yang paling menyakitkan dan dominan) mungkin bukan lima yang disebutkan di atas, tetapi sekelompok gejala gangguan psikologis, seperti pusing, penglihatan kabur, panik, dada sesak, sesak napas, sering buang air kecil, keringat berlebih, impotensi, ejakulasi dini, menstruasi tidak teratur, dll., yang dapat dengan mudah menutupi gejala dasar penyakit. Kecemasan adalah salah satu gejala dasar pada banyak pasien. Kecemasan mungkin merupakan gejala sekunder untuk memudahkan kelelahan, masalah memori, dan insomnia. Pasien sering merasa khawatir atau resah secara berlebihan tentang masalah kehidupan nyata tertentu, serta tentang bahaya tertentu yang tidak dapat diprediksi yang mungkin terjadi di masa depan. Pengobatan utama untuk neurasthenia, selain dari penggunaan obat-obatan yang diperlukan seperti agen anti-kecemasan dan peningkat metabolisme otak, adalah psikoterapi. Melalui penjelasan dan bimbingan, pasien dibantu untuk memperbaiki pemahaman mereka tentang penyakit, tidak terlalu gugup dan cemas, memahami penyebab dan patogenesis penyakit dan pengetahuan tentang pengobatan, serta membangun kepercayaan diri dalam mengatasi penyakit. Singkatnya, yang terbaik bagi mereka yang menderita neurasthenia adalah menjalani kombinasi pengaturan psikologis, pengobatan dan istirahat di bawah bimbingan psikiater, maka suatu hari Anda mungkin menemukan bahwa neurasthenia menghilang.