Empat makanan yang harus dimakan untuk mencegah panas dan dinginnya musim panas

Panasnya musim panas, berkeringat dan kelelahan, serta berkurangnya daya tahan tubuh untuk berolahraga, membuat pilek menjadi salah satu penyakit musim panas yang paling umum. Agar tetap sejuk untuk sementara waktu, kita mengabaikan kesehatan kita sendiri, dan beberapa tindakan yang tidak tepat untuk meredakan panas sering kali menjadi penyebab utama masuk angin musim panas. Pemicu utama masuk angin musim panas Pemicu 1: Pola makan yang tidak tepat Masuk angin sangat erat kaitannya dengan pola makan, makan terlalu banyak makanan yang tinggi gula dan lemak akan mempercepat konsumsi air dan vitamin dalam tubuh dan mengurangi efisiensi detoksifikasi, sehingga menyebabkan kekebalan tubuh rendah dan menyebabkan masuk angin. Diet musim panas harus cukup seimbang dan ringan. Makan lebih banyak melon, sayuran dingin, dan sayuran antiseptik tidak hanya akan menghilangkan panas dan mendetoksifikasi tubuh, tetapi juga menghilangkan kelembapan. Tentu saja, yang paling penting adalah menghidrasi lebih banyak, memperkuat metabolisme tubuh, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Penyebab 2: Tinggal di ruangan ber-AC Untuk waktu yang lama di ruangan ber-AC, pori-pori kulit dalam keadaan tertutup dan tidak dapat menghilangkan panas melalui keringat. Untuk mengurangi perbedaan antara suhu di dalam dan di luar ruangan, yang terbaik adalah menjaga suhu ruangan ber-AC antara 24°C dan 27°C. Bagi mereka yang menghabiskan banyak waktu di ruangan ber-AC, cobalah untuk menggunakan AC sesedikit mungkin setelah tiba di rumah. Pemicu 3: Mandi air dingin Mencuci muka dan mandi dengan air dingin tidak kondusif untuk menghilangkan panas. Pada saat yang sama, peningkatan aktivitas otot dan organ dalam di lingkungan yang lebih dingin sangat menguras tenaga seseorang dan menyebabkan penurunan kekebalan tubuh, jadi yang terbaik adalah menggunakan air hangat yang Anda rasa nyaman saat mandi. Setelah Anda terserang flu, penting untuk beristirahat dan meminimalkan keringat, mengonsumsi buah yang kaya vitamin, makan makanan cair, dan minum obat untuk mengurangi gejala flu. Apa cara terbaik untuk mencegah ‘masuk angin’ di musim panas? Bawang putih Sifat antibakteri bawang putih sudah sangat dikenal, terutama allicin yang terkandung dalam bawang putih, yang merupakan antiinflamasi yang kuat, menghambat dan membunuh semua jenis bakteri dan virus pada saat yang bersamaan. Bawang putih adalah salah satu cara termudah untuk mencegah pilek dan flu, cukup dengan menaruh beberapa iris bawang putih dalam tumisan yang biasa Anda masak. Catatan: Meskipun bawang putih efektif dalam mencegah pilek, bawang putih tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan, dan yang terbaik adalah membatasi jumlah bawang putih yang dikonsumsi hingga tiga atau empat siung per hari. Jika dikonsumsi secara berlebihan, kemungkinan akan menyebabkan kebakaran dan iritasi pada lambung dan usus. Daging tanpa lemak Daging tanpa lemak kaya akan protein berkualitas tinggi dan nutrisi seperti magnesium dan seng, yang semuanya efektif dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain daging tanpa lemak, makanan seperti ikan dan kerang-kerangan juga mengandung nutrisi ini. Seng, khususnya, mengaktifkan sel darah putih tubuh yang melawan infeksi virus dan meningkatkan aktivitas sel. Stroberi, jeruk, brokoli Buah-buahan ini umumnya sangat kaya akan vitamin C, yang memiliki sifat antioksidan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Bagi mereka yang sudah terkena flu, mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C dapat membantu mengurangi gejala flu dan memperpendek durasi penyakit. Brokoli mengandung senyawa yang efektif dalam mengurangi kejadian infeksi saluran pernapasan dan pilek. Teh hijau Teh hijau kaya akan antioksidan yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melawan virus dan bakteri.