Pengobatan konservatif dapat dipilih untuk batuk pascapersalinan ringan, sementara pengobatan antibiotik mungkin diperlukan untuk kasus yang parah.
1. Pengobatan konservatif: Karena sebagian besar wanita perlu menyusui setelah melahirkan, minum obat selama menyusui dapat berdampak pada perkembangan fisik bayi dan anak kecil. Jika batuknya ringan, hindari penggunaan obat secara membabi buta, dan minumlah banyak air dan istirahat untuk meredakan batuk.
2. Pengobatan: Jika gejala batuk ibu lebih serius dan sangat mempengaruhi kesehatan ibu, dianjurkan untuk mengonsumsi antibiotik seperti tablet cefuroxime, azitromisin, dan antibiotik lainnya di bawah bimbingan dokter, atau melalui inhalasi nebuliser dan metode pereda lainnya. Perlu dicatat bahwa menyusui harus disesuaikan dengan resep dokter selama masa pengobatan.
Wanita pascapersalinan secara fisik lebih lemah, dan pasien disarankan untuk beristirahat lebih banyak sebagaimana mestinya. Jika penyebab batuk tidak jelas, disarankan untuk pergi ke rumah sakit biasa untuk konsultasi. Hindari pengobatan sendiri, keterlambatan diagnosis dan pengobatan, yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan anak.